Jumat, 27 Juni 2014

Selamat tinggal kota penuh kenangan

Setelah 18 tahun aku mendiami kota ini, depok. Banyak sekali yang telah terjadi. Bahagia, derita, tawa, tangis, suka, duka. Silih berganti menghiasi hari hariku di kota ini.

Dan kini akhirnya aku tersingkir juga. Setidaknya aku pergi untuk 3-4 tahun kedepan, aku akan lebih banyak menghabiskan waktuku di kota orang lain, Semarang. Untuk tujuan muliaku, menuntut ilmu :) kuliah!

Berawal dari pilihanku untuk mengambil studi di Universitas Diponegoro beberapa waktu lalu. Yang tidak pernah aku sangka bahwa akan diterima disana, bahkan pada saat ini aku telah menjadi bagian dari Universitas Diponegoro semarang.

Semarang kota yang asing. Yang hanya pernah sesekali aku lewati ketika melakukan perjalanan ke jogjakarta.Tanpa sanak saudara. Tanpa kenalan satupun. Tanpa pengalaman yang berarti menjelajahi kota orang lain. Hanya berbekal doa kedua orang tua. Aku yakin aku mampu menaklukannya.

Baru kali ini mataku terbuka, bahwa betapa nyaman dan betahnya aku mendiami kotaku tercinta ini, depok. 18 tahun kini usiaku, dan hampir bergulir ke angka 19 beberapa bulan kedepan.

Aku adalah saksi hidup betapa cepatnya Depok berkembang. Dari pemukiman sederhana hingga menjadi apartement mewah. Dari kebun kebun tanaman buah hingga kini berubah menjadi mal-mal megah yang saling bersaing.

Jalanan yang lengan dengan cukup 2 lajur kini menjadi sesak padahal lajurnya telah bertambah 2 kali lipat. Kota dengan ruang terbuka yang lapang hingga kini aku kesulitan untuk bernafas karena polusinya. Kota yang telah dewasa, berikut dengan permasalahan penduduknya.

Berjuta kenangan telah tercipta. Berjuta cerita habis terukir. Ribuan malam menjadi saksi bahwa seorang pemimpi kini tertidur pulas. Menanggalkan sejenak ambisi dan aktivitasnya.

Hari demi hari semakin bergulir, membawaku mendekat pada saat dimana aku harus pergi. Pergi meninggalkan kotaku tercinta. Meninggalkan segala singgasana milikku yang nyaman.

Hal yang terberat dari perpindahan adalah ketika kita masih terikat dengannya. Raga mungkin berpindah, namun hati dan pikiran masih jauh tertinggal dibelakang sana. Terlalu nyaman dengan kenangan tempo dulu. Kejayaan di masa lalu.

Mungkin inilah jalan takdirku. Pergi untuk beberapa lama meninggalkan kota ini beserta kenangan kenangannya. Memberi waktu padaku untuk menyembuhkan luka di hati.

Memberi kesempatan untuk jiwa ini bergerak bebas. Memperbaiki keadaan yang kini kian rumit. Menata ulang mimpi mimpi yang ada. Menyusun lembaran baru untuk segala kemungkinan di masa depan.

Aku harus menaklukan tempatku yang baru. Membangun kejayaan disana dan kembali ke tempat asalku. Aku pergi untuk kembali.

Kamis, 26 Juni 2014

Hanya untuk mereka yang mengerti

Satu hal yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian.

Dan satu hal yang paling sulit untuk diterima adalah kenyataan.

Banyaklah belajar dari kejadian sekitar. Bahwa sekiranya apa yang indah di mata manusia justru berkebalikan di hadapanNya. Katakanlah itu buruk untuk hal yang telah digariskan indah oleh Sang Sutradara kehidupan.

Mimpi boleh indah, harapan dan cita cita sudah dirangkai sedemikian rupa dengan segala kesempurnaannya. Jalan hidup dirancang serapih dan sebaik mungkin. 

Tapi kenyataan tetaplah kenyataan. Inilah realita hidup. Apa yang engkau harapkan, apa yang engkau rencakan, apa yang engkau usahakan. Akan kalah dengan apa yang telah digariskan padamu, dengan apa yang telah ditakdirkan untukmu, dengan apa yang telah ditujukan untukmu.

Kenyataan adalah apa yang ada dihadapanmu. Mungkin inilah yang sering membelenggu kebanyakan orang. Tidak melihat apa yang ada dihadapannya.

Mimpi, ambisi.. Menggerogoti celah celah keyakinan. Mengaburkan fakta bahwa kenyataan adalah kenyataan.
Apa yang ada menjadi tiada. Apa yang nyata menjadi khayal. Apa yang jelas menjadi buram. Apa yang pantas menjadi hina. Apa yang asli menjadi kepura-puraan.

Hanya keikhlasan hati yang mampu meredam segalanya. Menyadarkan keangkuhan sang pengejar ambisi. Membuka mata hati bahwa kenyataan sebenarnya indah. Mengingatkan bahwa apa yang pantas adalah apa yang telah digariskan. Bukan apa yang sangat amat ingin dicapai.

Sebuah kegagalan tak serta merta menjadi akhir segalanya. Terkadang kegagalan hanya sebuah pengingat,bahwa masih ada kenyataan yang indah disekitar. Kegagalan memberi ruang dan waktu untuk sejenak berhenti dan mensyukuri apa yang ada. Kegagalan memberi kesempatan untuk menyiapkan kembali strategi serta tenaga.

Mimpi mungkin indah. Tetapi keindahan terbaik itu adalah kenyataan. Bukan sekadar impian.

Jumat, 20 Juni 2014

The journey of life

Banyak yang merencanakan hidupnya hanya untuk beberapa langkah ke depan.

Satu tahun, satu semester, satu bulan, satu minggu, atau mungkin hanya beberapa hari ke depan.

Sadarkah sejatinya hidup adalah perjalanan? Menapaki dunia yang fana ini selangkah demi selangkah hingga mencapai akhir (mati)

Yang menjadi pertanyaan adalah mau kemana kita melangkah. Akankah kearah yang baik atau buruk. Menanjak atau menurun..

Menyebalkan adalah ketika aku berpergian dan disuruh mengemudi, namun tidak tahu kemana tujuan akhirnya.

Sebagus apapun kendaraan, senyaman apapun. Aku tak menikmatinya. Hanya bingung dan bingung ketika menjumpai jalan yang bercabang. Akankah lurus atau lebih baik berbelok?

Ragu, saat melihat sisi kanan ruas jalan lebih kosong namun takut kelewatan saat ingin berhenti disalah satu tempat.

Lain halnya saat memiliki tujuan akhir. Apapun kendaraannya, bagaimanapun kondisinya pasti (masih) bisa menikmati perjalanan..

Melibas panasnya aspal dibawah terik matahari, mendahuli kendaraan kendaraan lainnya. Mencari celah sempit diantara sesaknya volume kendaraan demi segeranya sampai tujuan.

Meskipun itu hanya bermodalkan kendaraan roda dua, panas dan debu menerjang. Namun semangat lebih membara memikirkan betapa indahnya tempat tujuan nanti.

***

Perjalanan hidup kadang sesederhana berkendara.

Tersesat atau bahkan gagal hanya dimiliki oleh mereka yang kurang perencanaan. Bukan tidak tahu medan, ironisnya tak tahu tujuan. Belum mulai sudah tersesat.

Tentukanlah tujuan akhir kalian di awal. Tentukan akan jadi apa kalian nanti. Tarik garis lurus ke belakang dimana kalian berpijak sekarang. Dari sana kalian akan mengetahui jalan mana yang harus ditempuh, hambatan apa saja yang akan kalian temui, apa saja yang harus kalian persiapkan.

Kemudian buatlah perencanaan disetiap jenjang yang akan kalian hadapi, dimana harus rehat, dan kapan harus mengubah arah. Karena kalian tahu alternatif lainnya untuk mencapai tujuan akhir kalian.

***

Aku senang berpergian, mengubah status sebagai musafir untuk benerapa saat. Menjelajahi tempat yang baru. Menikmati perjalanan.

Karena dengan begitu aku merefleksikan kembali ingatanku akan tujuan hidup. Bahwa untuk mencapai suatu tujuan haruslah melewati perjalanan yang panjang. Betapapun sulitnya.

Mengingatkanku kembali untuk tidak menyerah mencapai apa yang aku tuju.

Sabtu, 07 Juni 2014

Apalah arti sebuah nama

"Nama adalah doa" ungkapan Rasulullah yang mungkin tak banyak dipahami dan diaplikasikan oleh umatnya di zaman sekarang.

Apalah arti sebuah nama.. Jikalau sang pemilik bahkan tak tahu menahu tentang arti namanya. Distorsi makna tidak terelakan lagi..

Aku pun demikian.. Satu hal yang kadang membingungkan saat aku harus berdiri di depan audiens untuk memperkenalkan diri. Bukannya aku tidak pandai berbicara di depan umum, grogi dan sebagainya..

Yang membingungkan adalah saat aku harus menyebutkan nama panggilanku.
Terlalu banyak, terlalu beragam..

Jawaban diplomatis yang bisa kubuat hanyalah,

" nama saya Ahmad Izzudin. Panggilannya bebas yang menurut kalian enak, asal jangan menyakitkan" sekian.

Di rumah aku dipanggil ahmad, di sekolah iju, di bimbel izzu, ada yang bilang bang je, ada yang menyapa judin, ada pula kaka ije, atau juga ka-iju.

Di tempat umum kadang aku suka malu sendiri.. Saat salah satu julukanku disebut, nyatanya bukan memanggilku.

Nama sejatinya memang sebuah doa, doa kepada sang pemilik nama. Namun tak salah juga jika memanggil tak sesuai aslinya.

Keberatan? Tentu tidak. 'Mother tongue' kita sebagai orang indonesia memang agak kaku untuk menyebutkan kata kata asing.. Untuk itulah aku memakluminya

Tak masalah jika harus dipanggil apa atau siapa oleh orang lain. Selama panggilan itu tidak merendahkan dan tidak mengandung arti yang negatif.

Lantas mana yang baik? Memanggil sesuai namanya atau dengan julukan?

Keduanya baik..

Memanggil sesuai nama aslinya berarti kita mendoakan orang tersebut dan malaikatpun akan mendoakan kita kembali.

Memamggil dengan nama yang singkat memang akan menghilangkan esensi sari sebuah nama. Namun memudahkan orang lain juga bukan tindakan yang salah...

Walaupun tak bisa dipungkiri memanggil dengan nama asli memang jauh lebih baik dan sangat dianjurkan.

Kalau begitu, mulailah memanggil nama orang lain dengan nama yang baik. Kalau sulit, biasakanlah :) sesuatu yang terbiasa pasti akan menjadi mudah.

Jumat, 06 Juni 2014

Roda kehidupan

Pada akhirnya hidup hanya tentang merelakan apa yang kita punya.

Dalam hidup, jatuh bangun tentu biasa, salah mengambil keputusan, gagal dalam suatu hubungan, dibohongi, menangis, tertawa, bahagia, bersedih, adalah rentetan peristiwa yang silih berganti menyapa hari hari yang kita jalani.

Roda kehidupan akan terus berputar, menyambangi nasib nasib setiap individu yang berpijak diatasnya. Bersiap atau kita akan terlindas olehnya.

Kisahku seperti ini..

Sebutlah aku melow, nilailah aku sensitif, atau apapun.
Kini aku sedang dirundung pilu. Kini cemas kembali menghantui.

Alkisah, seorang gadis ceria datang kepadaku. Sudah lama aku mengenalnya, namun baru kali ini aku benar benar mengenalnya.

Dia sama sepertiku, ada masalah yang sama di pundaknya. Satu hal yang membuatku kagum, aku masih bisa melihat senyum di wajahnya. Senyum yang manis, penuh ketulusan, senyum yang menutupi semua masalah yang hinggap di pundaknya.

Hal yang tak pernah bisa aku lakukan. Sekadar tersenyum. Meskipun itu senyum palsu sekalipun.

Mungkin ini jawaban atas doaku selama ini, melalui dia aku rasakan tangan tuhan menarikku. Membawaku meninggalkan sakitnya masa lalu. Mengantarku ketempat penuh kedamaian. Tenang. Untuk sementara, ya. Aku tenang.

Hanya bersama dia aku bisa menatap masa lalu dengan senyuman, menertawakan kisah menyakitkan tanpa ada beban, mengingat kembali perjalanan lampau yang penuh arti.

Bersamanya seolah aku siap, aku yakin, aku bisa menatap kebelakang seraya melambaikan tangan dan mengucapkan selamat tinggal pada masa lalu.

Terima kasih.

Selasa, 27 Mei 2014

SNMPTN 2014

Bisa dibayangin gak?

Udah mana dari madrasah yang notabene qoutanya kecil banget di snmptn. Anak ipa, milihnya jurusan di rumpun ips pula.. sudah kecil makin mustahil kelihatannya. Yang berpikir jernih pasti mengatakan mustahil diterima.

Bener bener gak berharap diterima, apa lagi menggantungkan nasib disana.

Dari awal prinsipnya, pilih kemudian lupakan. Lupakan pernah memilih itu. Fokus belajar gak ada ampun. Gak pake Males.

Ambil kemungkinan terburuk, gak dapet snmptn. Jadi tetep belajar sungguh sungguh.. sambil tetap berdoa setiap hari, setiap punya kesempatan. Minta sama Allah dikasih yang terbaik.

***

Siang itu kira2 pukul 12.00 banyak yg sudah membicarakan tentang pengumuman snmptn. Terus terang aku juga penasaran melihat hasilnya.

Tapi sebelum itu ku sempatkan untuk sholat dzuhur di masjid. Selesai sholat aku berdoa meminta yang terbaik sebelum aku melihat hasil pengumuman. Berdoa dengan nada yang agak 'menantang' Allah..

Kira kira seperti Ini..

Ya Allah, tidak pantas aku memohon padaMu, tidak pantas aku menuntut apapun padaMu. Usahaku selama ini belumlah maksimal dimataMu, doaku terkesan seadanya. Dan ibadahku pasti tak akan cukup untuk memantaskan diriku dihapanMu.
Aku hanya dapat memohon kasih sayang dariMu, cinta dariMu. Jika engkau benar berkuasa. Tunjukanlah kuasamu itu padaku.

Apa daya, disini benar benar ku rasakan kuasaNya.. dijawab langsung tanpa ba bi bu.

Aku buka pengumuman dengan perasaan pasrah, tanpa pengharapan.

Namun hasilnyaaa.. Alhamdulillah diterima di snmptn undangan.
Fakultas hukum di Universitas Diponegoro :')

Seketika air mata menetes ke pipi ini. Segera aku bersujud syukur berterima kasih pada Allah..

Ketika itu aku sedang berada di rumah nenekku. Segeralah aku keluar menemui abi, umi, kakek, nenek, dan yang lainnya..

Semua aku peluk satu persatu dengan mata berkaca kaca..
Speechless.
Aku dekap mereka erat erat untuk meluapkan kebahagiaan ini..

Abi, umi.. anakmu diterima di snmptn undangan :')

Bahagia betul rasanya..
Sekian lama berdoa, sekian lama berjuang..
Datang ke bimbel sambil melawan rasa malas. Belajar pelajaran ips yang hitungannya 'baru aku temui'. Memulainya dari nol, dari awal.

Selesai sudah perjuangan ini untuk memasuki ptn impian.

Kini saatnya mempersiapkan diri untuk langkah yang lebih jauh lagi, untuk perjuangan yang lebih berat lagi.

Bagi kalian teman teman seperjuanganku..

kenyataan mungkin tidak seindah impian, tidak secerah harapan. Doa doa kita mungkin belum dikabulkan. Namun bukan berarti Allah itu tidur. Bukan pula tak mendengar doa kita.

Snmptn bukan akhir segalanya. Persiapkan diri kalian untuk perjuangan yang sesungguhnya. di ujian tertulis nanti.

Percayalah, rencana Allah jauh lebih indah dari apa yang bisa kalian bayangkan. Jangan menyerah!

Tetaplah berjuang, doaku menyertai kalian. Menyertai setiap langkah kalian untuk merintis masa depan, menyertai setiap curahan waktu yang kalian habiskan untuk berjuang. Menyertai setiap cucuran keringat yang mengalir di jalan menuntut ilmu.

Tidak ada yang sia sia. Yakinlah apa yang kalian lakukan akan dibalas dengan yang terbaik olehNya.

Jangan pernah menyerah.

Jumat, 23 Mei 2014

Selamat datang

Aku ucapkan
Selamat datang

Pada zaman dimana kepedulian dan perhatian dibilang "kepo".
pada zaman dimana ketulusan hati untuk menolong dijuluki "sok pahlawan".
Pada zaman dimana kebaikan yang terlihat disebut "pencitraan"
Pada zaman dimana berlaku baik kepada seseorang disangka "modus"
Pada zaman dimana bersuara membela agama diteriaki "teroris"
Pada zaman dimana membela kebenaran disangkakan berbuat "SARA"
Pada zaman dimana membela martabat dan harga diri dituduh melanggar HAM

Selamat datang pada zaman dimana ilmu pengetahuan dan teknologi melesat cepat namun justru moral merosot tajam. Bagai aksi reaksi di dalam hukum ketiga newton. Terbanting oleh kuatnya pengaruh mordenisasi dan globalisasi.

Selamat datang.
Sekali lagi aku ucapkan selamat datang. Pada zaman ini.
Dimana aib dan rahasia senantiasa diumbar di sosial media.
Coba pikirkan. Siapa yang peduli?

Selamat datang.
Coba pikirkan. Siapa mempedulikan ucapanku ketika aku mengatakan selamat datang?

Manusia telah sibuk.

Manusia sibuk menyombongkan dirinya sendiri. Tanpa mengenal lagi arti kerendahan hati.

Manusia sibuk dengan dirinya sendiri. Tanpa mengenal lagi sosialisasi selain di sosial media.

Manusia sibuk memperkaya diri. Tanpa mereka sadari kemiskinan hatinya makin menjadi.

Manusia sibuk memperebutkan tahta dan kedaulatan. Tanpa mereka sadari tak ada tempat lagi bagi mereka di surga.

Manusia sibuk bersiap diri, tumbuh menjadi dewasa. Tanpa mereka sadari orang tuanya pun bertambah senja.

Manusia sibuk mengejar trend masa kini. Tanpa mereka sadari tidak ada jalan untuk kembali.

Manusia sibuk pada urusan duniawi. Tanpa mereka sadari akhiratlah yang akan menanti.

Manusia sibuk mendengki. Iri hati pada mereka yang lebih diatas.

Semoga aku tidak termasuk manusia seperti mereka.

Semoga.

Selamat datang di zaman ini.

Sahabat atau cinta

Tidak akan pernah ada persahabatan yang abadi antara seorang perempuan dan seorang laki laki. Karena diantara keduanya pasti akan timbul rasa cinta.

Muluk banget ya ungkapannya? Entahlah, terima atau tidak harus diakui memang seperti itu.

Aku paling takut hal ini terjadi. mana yang harus dipilih diantara keduanya. Pilihan yang sama sama berharga.

Tetap menjadi sahabat atau jalani lebih dari itu? Terkadang apa yang kamu pilih belum tentu sama dengan pilihannya.

Dan yang paling sulit adalah mengungkapkan perasaanmu padanya. Bukan karena kamu tak bisa menyampaikannya, dan bukan hanya sekadar takut ditolak.

Kamu mungkin akan diterima, karena dia tahu betul sikapmu. dan jika diterima, beruntunglah kalian. Sifat satu sama lain sudah saling mengerti.

Jika tidak? Kamu bukan hanya sekadar tidak mendapatkan cintamu. Tapi bisa lebih dari itu, kamu mungkin akan kehilangan sahabatmu.

Dalam persahabatan. Semua akan berubah ketika kata cinta terucap diantaranya. Mendekat atau menjauh.

Mendekat. Bersyukurlah. Jaga dia dengan sepenuh jiwamu.

Menjauh. Bersabarlah. Bukan berarti dia membencimu.

Dia hanya belum memiliki perasaan yang lebih terhadapmu. Dan bukan pula kamu tak berarti baginya. Kamu bernilai, namun sebagai sahabat.

Dia akan menjauh karena ingin menjaga perasaanmu. Tak ingin membiarkanmu terus menerus berharap namun tak ditanggapi olehnya. Takut jikalau terus bersama, kamu akan tersakiti olehnya.

atau terkadang justru kamu yang menjauh setelah jawaban dari apa yang kamu ungkapkan bukanlah jawaban yang kamu harapkan. Kamu malu dan kamu canggung untuk melanjutkan pertamanan ini. Dan kamu lebih memilih menjaga perasaanmu.

Itu artinya? Kamu telah kehilangan satu sahabat dalam hidupmu.

Semuanya dapat berubah ketika cinta hadir diantaranya.
Semuanya menjadi berbeda hanya karena sepatah dua patah kata yang terucap atas nama "cinta".

Salahkah? Mengungkapkan perasaan kita pada sahabat atau teman?

Ingatlah bahwa sejatinya cinta tidak pernah salah.

Pilihannya ada padamu, untuk melepas dan membesarkan perasaanmu padanya atau mengurung dan membiarkan perasaan itu layu dan mati.

Jika kamu pikir dia berharga dan pantas untuk diperjuangkan. Lakukan.

Selasa, 20 Mei 2014

Dewasalah, nak.

Cieeee pada lulus yaaa?
Congratulation!! For our graduate!
Semoga hasilnya membanggakan.
Perjuangan belum berakhir, masih ada satu langkah lagi. Tanggal 27 nanti pengumuman snmptn. Semoga hasil yang kita terima sama indahnya dengan pengumuman kelulusan UN ini.

Seneng banget, melihat teman teman update di sosial media.

Di path, gambar surat edaran kelulusan pun bertebaran.. instagram juga demikian.
Di bbm semua pasang pm yang menggambarkan kebahagiaan mereka. Di twitter, semua ngetwitt tentang kelulusan. Facebook gimana ya? Masih adakah yang menyempatkan diri? Hahaha.. agaknya facebook sudah tertinggal jauh.

Surat pengumuman kelulusan dikirimkan ke setiap murid melalui email oleh sekolah. Begitulah mekanismenya. Namun sungguh disayangkan, hingga tulisan ini dibuat aku belum menerima surat tersebut *sedih*.

Yah, sudah nasib mungkin. Tapi satu hal yang melegakan, bahwa sekolahku MAN 13 jakarta mendapat predikat LULUS 100%.
Hal yang cukup melegakan, ini berarti akupun lulus bukan?
Meski demikian tetap saja rasanya tidak sebahagia membuka surat kelulusan sendiri.

Kalau mau diurutkan akar permasalahannya mungkin (100% mungkin) karena alamat emailku yang alay-_- maklum lah.. masih abg. Haha
Bingung mau kasih nama apa, akhirnya jadilah nama kejuuuuu@gmail.com hehe.. sekilas mungkin biasa saja. Tapi orang lain(termasuk aku) sering kali salah menginput huruf 'U' entah itu kelebihan atau bahkan kurang.. sepertinya itulah mengapa surat edaran tidak sampai padaku. Dan seperti inilah hasilnya, tinggal aku yang kebingungan menunghu pengumuman hasil ujian nasional.

Pelajaran dari kejadian ini. Jadilah dewasa, nak. Aku maupun kalian yang membaca tulisan ini. Untunglah baru kejadian kecil ini yang menimpaku akibat ketidak dewasaanku. Belum hal yang lebih penting yang menyangkutkan kita kedalam masalah karena ketidak dewasaan kita..

Sekali lagi ku ucapkan selamat kepada kalian, murid kelas XII angkatan 2013-2014 dimanapun kalian berada. Selamat atas hasil yang kalian raih, jadikan kelulusan ini sebagai batu loncatan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Sampai jumpa di gerbang kesuksesan.

Salam!!
Ahmad izzudin

Kamis, 15 Mei 2014

Labirin masalah

Masih sedih sebenarnya, tulisan ini seharusnya sudah jadi dari sebelum sebelumnya. Dan mungkin seharusnya lebih baik dari ini.

Aku coba menceritakan gambaran umumnya saja, menjadi karya baru yang terinspirasi dari tulisan sebelumnya.

manusia diturunkan ke muka bumi berikut dengan masalah masalahnya. Dan setiap kita harus mampu untuk menyelesaikannya.

setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Melalui masalah Allah memberi kita derajat yang lebih tinggi.

Namun tidak semua masalah dapat diselesaikan sendiri. Karena manusia memiliki keterbatasan kekuatan dan pikiran.

Untuk itulah Allah mengirimkan kita yang namanya teman hidup. Mereka yang akan memdengarkan masalah kita, yang membantu mencarikan jalan keluarnya, yang memberi saran sederhana yang terlupakan oleh kita.

Mungkin yang aku alami pernah kalian alami juga. Dalam keseharian teman teman menilaiku cukup bijaksana. Tak jarang mereka datang ketika ada masalah dan menceritakannya kepadaku.

Sebagai teman tentu aku mendengarkan mereka, berusaha memberi solusi dan memberitahu cara memandang sebuah problema hidup.

Entah mengapa, sebenarnya persoalan yang mereka hadapi adalah persoalan yang cukup sederhana..
yang mungkin sudah sama sama diketahui penyelesaiannya, jika kita dapat melihat point pentingnya.

Mengapa demikian? Jawabannya aku dapatkan beberapa waktu lalu.
Ketika masalah silih berganti menyapa hidupku. Seakan mereka mengantri untuk merusak hidupku secara perlahan.

Berbagai cara sudah aku lakukan. Namun jawaban tak juga kutemukan. Hingga aku berusaha untuk terbuka, bercerita kepada mereka yang aku percaya.

Dari mereka aku dapatkan satu persatu jawaban permasalahan itu. Sedikit demi sedikit aku mulai bisa positif memandang hidup.

Roda kehidupan pun terbalik. Teman teman yang dahulu datang kepadaku untuk meminta bantuan akan permasalahan mereka. Kini berbalik aku yang meminta mereka membantu diriku.

Kalian semua pasti tahu apa itu labirin? Ya, sebuah permainan mencari jalan keluar..

Sebagai seorang pemain, yang berada dalam labirin raksasa tentunya sangat sulit untuk bisa keluar dari sana. Ada yang tersesat di jalan buntu. Ada yang terus berputar putar di tempat yang sama. Kehilangan arah adalah hal yang biasa.

Sulitkah? Bagi mereka yang berada di dalamnya tentulah sulit.
Namun tidak demikian untuk mereka yang berdiri di sebuah menara dan melihat labirin raksasa itu secara keseluruhan.

Jalan mana yang benar terlihat jelas oleh mereka.

Posisi orang yang berada dalam labirin menggambarkan orang yang sedang mengalami masalah. Jalan manapun terlihat sama oleh mereka. Tak ada bedanya. Tak ada ujungnya.

Banyak dari mereka yang terjebak di jalan yang salah karena tidak mampu melihat arah yang benar.

karena itulah mereka membutuhkan bantuan teman yang berdiri disebuah menara tinggi. Teman yang tidak berada dalam masalah.

Dengan leluasa mereka bisa melihat kemana arah yang harus ditempuh, jalan mana yang benar.

Itulah mengapa orang mudah atau bisa memberikan saran untuk memecahkan masalah. Karena cara pandang mereka yang tidak terjebak di dalamnya lebih terbuka. Lebih memungkinkan melihat ke segala arah.

Masalah, jalan keluar.
Saling melengkapi.

Itulah hidup.

Replika

Sepanjang perjalanan jakarta-jogja tadi gairah untuk menulis cukup menggoda. Alhasil bermodal aplikasi bloger tulisan yang cukup panjang dibuat.

Sayangnya, tiba tiba jaringan provider terputus dan aplikasi tertutup tanpa disengaja. Belum sempat disimpan. Hilanglah tulisan yang sudah susah payah dibuat.

Sedih, rasanya itu benar benar sedih. Mungkin bagi sebagian orang ini hal yang kecil. Toh, cuma tulisan. Masih bisa dibuat lagi. Masih bisa disusun ulang.

Tapi buatku tulisan itu gak sekedar tulisan. Ada nilainya. Tulisan itu bukan sekedar rangkaian kata yang bisa dibuat kapan saja. Tulisan itu sebuah karya, dan setiap karya hanya ada satu di dunia. Gak ada duanya.

Buatku karya itu hanya bisa dibuat sekali. Setelah itu pilihannya hanya selesai atau diperbaiki. Dan jika karya itu sampai hilang, ya sudah. Hilanglah semuanya. Gak bisa hilang sebagian saja.

Sebuah karya gak akan bisa dibuat ulang. Bagaimanapun caranya, siapapun pembuatnya, sehebat apapun dia. Kalau sebuah karya sampai dibuat ulang karya itu gak lebih dari sebuah replika. Tiruan sesuai bentuk aslinya.
Walaupun yang meniru karya itu adalah si pembuatnya sendiri.

Nilainya sudah hilang. Sudah berbeda. Dari sebuah karya menjadi sebuah tiruan. Jauh bukan?

Foto, tulisan, lukisan atau apapun memiliki nilai. Dan nilai itu yang tidak bisa ditiru dengan membuat sesuatu yang serupa.

Senin, 12 Mei 2014

Masa lalu untuk masa depan

Sekelam apapun masa lalu, masa depan masih terang.
Seburuk apapun masa lalu, masa depan masih bersih.

Apapun itu, masa lalu dan masa depan adalah dua hal yang berbeda. Jangan dengarkan mereka yang mencaci masa lalumu. Masa depanmu adalah hakmu.

Apa hak mereka untuk mencaci masa lalumu?
Hanya manusia tanpa dosa yang pantas menilai buruk masa lalu seseorang.
Namun, manusia tanpa dosa pun belum tentu akan melakukannya bukan?

Pikirkan..

Dan setiap orang punya hak untuk bahagia bukan?
Bahagia dengan pilihannya
bahagia dengan jalan hidupnya
Bahagia dengan masa depannya

Tak perlu risau untuk kembali melangkah. Cukup jadikan pengalaman di masa yang lalu sebagai pelajaran yang tidak ternilai harganya. Yang akan menjadi penghalang bagimu untuk jatuh di lubang yang sama.

Biarkan orang lain berkomentar apapun tentangmu. Kamu tidak perlu menutup telinga. Cobalah kuatkan diri untuk mendengar mereka. Dan jika itu bermanfaat bagimu. Ambil pelajaran dari mereka. Jika tidak? Lupakan.
Seharusnya hidup akan semudah itu jika kita mampu mengaplikasikannya.

Bersabarlah, jika orang lain menghina masa lalumu. Toh memang begitu kenyataannya. Yang terpenting adalah hal itu sudah menjadi masa lalumu. Bukan masa kini apa lagi masa depanmu.

Maklumi orang orang yang menghina masa lalumu. Mereka hanya tidak mengerti apa makna dari kesalahan.

Bukan pula mereka lebih baik darimu. Sesungguhnya dengan perbutannya yang merendahkanmu telah membuktikan bahwa mereka sebenarnya lebih rendah darimu. Berbanggalah.

Karena orang baik bukanlah orang yang tidak memiliki kesalahan.
Orang baik adalah orang yang pernah melakukan kesalahan tetapi mencoba memperbaiki kesalahannya.

Jadilah tuli untuk komentar yang tidak bermanfaat dan hanya menjelekanmu.
Jadilah pendengar yang baik untuk setiap komentar yang membangun.

Melangkahlah ke masa depan tanpa melupakan masa lalu. Jadikan masa lalu sebagai pelajaran dan perhitungan untuk mengambil keputusan.

Masa lalu mungkin indah, mungkin buruk, mungkin menyakitkan.
Masa lalu bukan untuk ditinggali, bukan untuk diratapi, bukan untuk disesali.
Masa lalu ada untuk dijadikan pelajaran yang berharga.

Jadilah dirimu sendiri tanpa tersandera masa lalu.

Minggu, 11 Mei 2014

Teruntuk Kalian

Hari ini, minggu 11 mei 2014 akan diadakan reuini bimbel di rumahku. Kebayangkan uniknya gimana? Bimbel aja pake ngadain reuni.

Sebelumnya, rabu 7 mei 2014 juga udah ada reuni sesi pertama, hahaha. Tapi berhubung ada beberapa anak yang gak bisa hadir, akhirnya kami sepakat mengadakan reuni lagi pada hari ini. Dengan harapan mereka yang tidak hadir sebelumnya bisa hadir hari minggu ini.

Kalau berbicara tentang persahabatan pasti asik dan gak ada habisnya. Kalau sudah bertemu apapun bisa jadi bahan omongan, gak perlu khawatir kehabisan bahan candaan. Semua akan mengalir begitu saja.

Ambil contoh, acara hari rabu yang lalu. Ketemuan dari jam 1 sampai jam 9 malam rasanya belum cukup untuk memenuhi kepuasaan bertemu..

Yah begitulah.. kawan selalu jadi obat segala macam penyakit dan kesedihan.

Mungkin ini pula jalan yang sudah direncanakan olehNya. Perlahan lahan keteguhanku mulai kembali, sedih dan ketakutan ditengah malam perlahan hilang sudah. Dengan kata lain aku sudah tenang.

***

Satu pesanku untuk kalian yang membaca ini, jagalah persahabatan kalian. Jagalah ikatan pertemanan dengan siapapun, jaringlah persahabatan dengan sebanyak banyaknya kawan.

Kuat atau tidaknya kita sangat dipengaruhi teman.
Dengan teman semua masalah pelik bisa ditertawakan bersama.
Bersama mereka, hujan yang semula dingin kan terasa hangat saat candaan mereka memayungi.
Bersama mereka kelamnya bayangan masa depan seakan hanyalah ruangan gelap, tak ada rasa takut jika masuk kesana bersama.
Dan cahaya pun akan hadir disana.

Teruntuk kalian,
Teman sd, smp, sma, bimbel, kursus, club olah raga, training, dan siapapun yang ku kenal dan ku panggil 'teman'

Waktu mungkin bergulir begitu saja.
Tanpa disadari jarak kian membentang.
Maafkan aku yang tak peka akan keadaan
Maafkan aku yang tak serius memegang tali silaturahim ini.
Hingga tanpa sadar, renggang sudah semuanya. Tak ada lagi waktu, kesempatan, atau bahkan keinginan untuk menemui kalian.
Maafkan aku, jangan kau putus tali ini.

Jikalau kalian bertemu denganku, dan aku tak menyadarinya. Aku mohon ampuni aku. Tegurlah kesalahanku ini, sapalah aku. Ikatkan kembali tali silaturahim kita yang sudah merenggang.

Teruntuk kalian
Dimanapun

Salam,
Ahmad Izzudin

Sabtu, 10 Mei 2014

Penari air mata

Pernah sesekali berdialog dengan diri sendiri. Entah dibilangnya apa, autis, punya dunia sendiri, gila dan sebagainya.

Terkadang suka bingung mengapa belakangan ini kesedihanku ini karena melihat kebahagiaan orang lain. Yah, walau memang berjuta alasan. Memang kesedihanku ini diakibatkan oleh hal tersebut.

Jika Engkau perkenankan hamba untuk bahagia, maka izinkanlah hamba meminta satu hal padaMu ya Rabb..

Jangan engkau bahagiakan aku diatas penderitaan orang lain.
Jangan jadikan kebahagiaanku alasan orang lain untuk bersedih.

Izinkanlah, bahagiaku karena membahagiakan orang lain.
Bahagiaku adalah alasan kebahagiaan orang lain.

Karena aku mengerti betul bagaimana menderitanya orang tersebut.

Karena aku mengerti betul bagaimana 'jahatnya' mereka yang tega menari nari diatas penderitaan orang lain..

Sungguh aku tidak ingin menjadi mereka, menuai senyuman dari perasan air mata orang lain.

Jangan Engkau jadikan aku manusia yang mencicipi kebahagiaan dengan mengorbankan kebahagiaan orang lain.
Cukuplah apa yang aku rasakan ini, jangan ada lagi aku aku yang lainnya.

Aku ingin bahagia karena membahagiakan orang lain.
Aku ingin orang lain bahagia karena kebahagiaanku.
Aku ingin bahagia tanpa menyakiti orang lain.

Karena bahagiaku adalah untuk aku, untuk mereka, dan untuk semua.

Jumat, 09 Mei 2014

Singgah atau menetap?

Tulisan ini dibuat jam 3 pagi. Udah gitu aja, hahaha

Terkadang lonjakan ide sering muncul disaat yang tidak tepat, sayangnya kalau ide itu tidak segera direalisasikan ide itu sering menguap begitu saja. Sekadar singgah, datang untuk kemudian pergi.

Dalam hidup pasti banyak orang yang kita kenal singgah di hidup kita. Entah itu sahabat, teman, kekasih, rekanan bisnis, dan lainnya.

Yang paling menyakitkan tentu saja yang singgah sesaat namun meninggalkan luka yang cukup dalam. Menjalin relasi hanya sebenetar namun sakit setelah ditinggalkan cukup lama. Satu kata untuk ini, menyiksa.

Ada pula yang singgah untuk waktu yang lama, namun ketika hilang tak berbekas di kehidupan, lenyap begitu saja. Seperti ada dan tiada, tak ada bedanya.

Ada yang sengaja Allah kirimkan di hidup kita untuk beberapa saat, namun memberi arti dan pelajaran yang mendalam. Yang bekasnya terus ada dalam hidup, untuk waktu yang cukup lama.

Singgah berarti berhenti sesaat untuk kemudian pergi lagi.
Singgah bermakna pula datang untuk pergi, diam untuk berpindah, dan berhenti untuk kembali berjalan.. itu sih suka suka aja buat maknanya.

Intinya adalah, tidak ada yang abadi dalam hidup ini. Termasuk sebuah relation atau hubungan, hubungan apapun entah itu teman, sahabat, keluarga, bisnis. Semua ada waktunya, semua akan indah pada waktunya dan semua akan menyakitkan pada waktunya pula.

yang terpenting dalam sebuah relation adalah memakni dan mengambil pelajaran dalam setiap kejadian. Jangan biarkan sesuatu terjadi dan bergulir begitu saja.

Jika seseorang datang ke dalam hidup kita, terimalah. Beri ruang dan waktu untuk raganya. Namun tidak jiwanya jika engkau belum yakin.

Jika seseorang ingin pergi dari hidup kita, lepaskanlah.. karena Tuhan pasti akan menggantinya dengan sosok yang lebih baik darinya.

Jika telah yakin dalam suatu hubungan. Jangan sekedar singgah, menetaplah. Bangunlah rumah disana, bangun segala sesuatu yang baik, bangun hal yang bermakna, dan bangun ikatan yang kelak akan membuatmu berpikir seribu kali sebelum engkau pergi.

Banyak yang berniat menetap namun tidak membangun apapun, lantas apa yang dimiliki? Tidak ada. Pada akhirnya ia tertinggal. Seperti menetap namun hanya menggunakan tenda. Suatu waktu hancur terbawa angin. Tidak ada yang tersisa.

Ada pula yang hanya sekadar singgah, namun yang dibangun adalah sebuah rumah. Rumah yang sederhana awalnya, namun seiring berjalannya waktu, rumah itu terus dihias dan akhirnya nampak seperti istana. Terjebaklah ia, hilanglah niatan untuk pergi. Dan tinggal/menetap adalah jalan yang ia pilih pada akhirnya.

Aku selalu berdoa jika ada seseorang yang datang. Berdoa agar mataku dibuka untuk menyadari apakah ia hanya singgah atau ingin menetap. Berdoa agar aku yakin padanya sebelum kubuatkan rumah dalam hidupku untuk dia tinggali.

Aku selalu berdoa, agar yang terbaik dariNya lah yang menetap.

Ya Allah, yakinkanlah aku.