Jumat, 06 Juni 2014

Roda kehidupan

Pada akhirnya hidup hanya tentang merelakan apa yang kita punya.

Dalam hidup, jatuh bangun tentu biasa, salah mengambil keputusan, gagal dalam suatu hubungan, dibohongi, menangis, tertawa, bahagia, bersedih, adalah rentetan peristiwa yang silih berganti menyapa hari hari yang kita jalani.

Roda kehidupan akan terus berputar, menyambangi nasib nasib setiap individu yang berpijak diatasnya. Bersiap atau kita akan terlindas olehnya.

Kisahku seperti ini..

Sebutlah aku melow, nilailah aku sensitif, atau apapun.
Kini aku sedang dirundung pilu. Kini cemas kembali menghantui.

Alkisah, seorang gadis ceria datang kepadaku. Sudah lama aku mengenalnya, namun baru kali ini aku benar benar mengenalnya.

Dia sama sepertiku, ada masalah yang sama di pundaknya. Satu hal yang membuatku kagum, aku masih bisa melihat senyum di wajahnya. Senyum yang manis, penuh ketulusan, senyum yang menutupi semua masalah yang hinggap di pundaknya.

Hal yang tak pernah bisa aku lakukan. Sekadar tersenyum. Meskipun itu senyum palsu sekalipun.

Mungkin ini jawaban atas doaku selama ini, melalui dia aku rasakan tangan tuhan menarikku. Membawaku meninggalkan sakitnya masa lalu. Mengantarku ketempat penuh kedamaian. Tenang. Untuk sementara, ya. Aku tenang.

Hanya bersama dia aku bisa menatap masa lalu dengan senyuman, menertawakan kisah menyakitkan tanpa ada beban, mengingat kembali perjalanan lampau yang penuh arti.

Bersamanya seolah aku siap, aku yakin, aku bisa menatap kebelakang seraya melambaikan tangan dan mengucapkan selamat tinggal pada masa lalu.

Terima kasih.

Tidak ada komentar: