Banyak yang merencanakan hidupnya hanya untuk beberapa langkah ke depan.
Satu tahun, satu semester, satu bulan, satu minggu, atau mungkin hanya beberapa hari ke depan.
Sadarkah sejatinya hidup adalah perjalanan? Menapaki dunia yang fana ini selangkah demi selangkah hingga mencapai akhir (mati)
Yang menjadi pertanyaan adalah mau kemana kita melangkah. Akankah kearah yang baik atau buruk. Menanjak atau menurun..
Menyebalkan adalah ketika aku berpergian dan disuruh mengemudi, namun tidak tahu kemana tujuan akhirnya.
Sebagus apapun kendaraan, senyaman apapun. Aku tak menikmatinya. Hanya bingung dan bingung ketika menjumpai jalan yang bercabang. Akankah lurus atau lebih baik berbelok?
Ragu, saat melihat sisi kanan ruas jalan lebih kosong namun takut kelewatan saat ingin berhenti disalah satu tempat.
Lain halnya saat memiliki tujuan akhir. Apapun kendaraannya, bagaimanapun kondisinya pasti (masih) bisa menikmati perjalanan..
Melibas panasnya aspal dibawah terik matahari, mendahuli kendaraan kendaraan lainnya. Mencari celah sempit diantara sesaknya volume kendaraan demi segeranya sampai tujuan.
Meskipun itu hanya bermodalkan kendaraan roda dua, panas dan debu menerjang. Namun semangat lebih membara memikirkan betapa indahnya tempat tujuan nanti.
***
Perjalanan hidup kadang sesederhana berkendara.
Tersesat atau bahkan gagal hanya dimiliki oleh mereka yang kurang perencanaan. Bukan tidak tahu medan, ironisnya tak tahu tujuan. Belum mulai sudah tersesat.
Tentukanlah tujuan akhir kalian di awal. Tentukan akan jadi apa kalian nanti. Tarik garis lurus ke belakang dimana kalian berpijak sekarang. Dari sana kalian akan mengetahui jalan mana yang harus ditempuh, hambatan apa saja yang akan kalian temui, apa saja yang harus kalian persiapkan.
Kemudian buatlah perencanaan disetiap jenjang yang akan kalian hadapi, dimana harus rehat, dan kapan harus mengubah arah. Karena kalian tahu alternatif lainnya untuk mencapai tujuan akhir kalian.
***
Aku senang berpergian, mengubah status sebagai musafir untuk benerapa saat. Menjelajahi tempat yang baru. Menikmati perjalanan.
Karena dengan begitu aku merefleksikan kembali ingatanku akan tujuan hidup. Bahwa untuk mencapai suatu tujuan haruslah melewati perjalanan yang panjang. Betapapun sulitnya.
Mengingatkanku kembali untuk tidak menyerah mencapai apa yang aku tuju.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar