Jumat, 09 Mei 2014

Singgah atau menetap?

Tulisan ini dibuat jam 3 pagi. Udah gitu aja, hahaha

Terkadang lonjakan ide sering muncul disaat yang tidak tepat, sayangnya kalau ide itu tidak segera direalisasikan ide itu sering menguap begitu saja. Sekadar singgah, datang untuk kemudian pergi.

Dalam hidup pasti banyak orang yang kita kenal singgah di hidup kita. Entah itu sahabat, teman, kekasih, rekanan bisnis, dan lainnya.

Yang paling menyakitkan tentu saja yang singgah sesaat namun meninggalkan luka yang cukup dalam. Menjalin relasi hanya sebenetar namun sakit setelah ditinggalkan cukup lama. Satu kata untuk ini, menyiksa.

Ada pula yang singgah untuk waktu yang lama, namun ketika hilang tak berbekas di kehidupan, lenyap begitu saja. Seperti ada dan tiada, tak ada bedanya.

Ada yang sengaja Allah kirimkan di hidup kita untuk beberapa saat, namun memberi arti dan pelajaran yang mendalam. Yang bekasnya terus ada dalam hidup, untuk waktu yang cukup lama.

Singgah berarti berhenti sesaat untuk kemudian pergi lagi.
Singgah bermakna pula datang untuk pergi, diam untuk berpindah, dan berhenti untuk kembali berjalan.. itu sih suka suka aja buat maknanya.

Intinya adalah, tidak ada yang abadi dalam hidup ini. Termasuk sebuah relation atau hubungan, hubungan apapun entah itu teman, sahabat, keluarga, bisnis. Semua ada waktunya, semua akan indah pada waktunya dan semua akan menyakitkan pada waktunya pula.

yang terpenting dalam sebuah relation adalah memakni dan mengambil pelajaran dalam setiap kejadian. Jangan biarkan sesuatu terjadi dan bergulir begitu saja.

Jika seseorang datang ke dalam hidup kita, terimalah. Beri ruang dan waktu untuk raganya. Namun tidak jiwanya jika engkau belum yakin.

Jika seseorang ingin pergi dari hidup kita, lepaskanlah.. karena Tuhan pasti akan menggantinya dengan sosok yang lebih baik darinya.

Jika telah yakin dalam suatu hubungan. Jangan sekedar singgah, menetaplah. Bangunlah rumah disana, bangun segala sesuatu yang baik, bangun hal yang bermakna, dan bangun ikatan yang kelak akan membuatmu berpikir seribu kali sebelum engkau pergi.

Banyak yang berniat menetap namun tidak membangun apapun, lantas apa yang dimiliki? Tidak ada. Pada akhirnya ia tertinggal. Seperti menetap namun hanya menggunakan tenda. Suatu waktu hancur terbawa angin. Tidak ada yang tersisa.

Ada pula yang hanya sekadar singgah, namun yang dibangun adalah sebuah rumah. Rumah yang sederhana awalnya, namun seiring berjalannya waktu, rumah itu terus dihias dan akhirnya nampak seperti istana. Terjebaklah ia, hilanglah niatan untuk pergi. Dan tinggal/menetap adalah jalan yang ia pilih pada akhirnya.

Aku selalu berdoa jika ada seseorang yang datang. Berdoa agar mataku dibuka untuk menyadari apakah ia hanya singgah atau ingin menetap. Berdoa agar aku yakin padanya sebelum kubuatkan rumah dalam hidupku untuk dia tinggali.

Aku selalu berdoa, agar yang terbaik dariNya lah yang menetap.

Ya Allah, yakinkanlah aku.

Tidak ada komentar: