Sabtu, 06 Agustus 2016

Hari Ini

Liburan dan kejenuhan beraktivitas

Ada kalanya seseorang membutuhkan kesendirian, jauh dari gegap gempita dunia, sibuknya lalu lalang sosial media yang teramat fana, atauh bahkan hiruk pikuknya omong kosong orang-orang sekitar. Tidak sedikit memang manusia akhir zaman seperti sekarang ini lelah dan penat dengan keadaan sekitar, baik hal tersebut timbul dari lingkungan maupun orang-orang disekelilingnya.

Maka tak heran jikalau kita mendapati trend hobi baru yaitu traveling atau jalan-jalan. ada waktu luang sedikit, mengunjungi lokasi wisata A, long weekend berikutnya mencoba ke lokasi B, begitu seterusnya. Selain memang virus pamer di sosmed yang kian menerjang sehingga orang senang sekali untuk foto-foto di berbagai tempat. Muak dan bising dengan aktivitas sehari-hari adalah salah satu alasan kuat mengapa hobi ini kian menggeliat.

Tidak memandang status sosial dan tingkatan ekonomi. Sehingga akan kita dapati beragam cara orang-orang untuk berlibur. Ada yang liburan dengan kelas super mewah mengelilingi penjuru dunia, tak luput pada destinasi-destinasi favoritnya. Atau mereka yang terbatas pada kemampuan ekonomi, ala kadarnya yang penting hati senang. Semuanya sah-sah saja.

Sayangnya, tak ayal hiburan itu adalah layaknya obat penghilang rasa sakit belaka. Sejenak menyembukan stress dan rasa jenuh pada keadaan sehari-hari yang kian membebani. Namun, ketika liburan itu telah usai di dapatiah keadaan yang sama persis seperti sedia kala yang menimbulkan berbagai macam gejala. Kembalilah berkubang pada hal-hal yang tak diinginkan.

Baru sesaat bekerja menjalankan aktivitas normal, sudah kembali merindukan suasana liburan. Celakanya, terjerat pada lingkaran setan pola hidup yang mendamba hari esok. Hari ini bekerja mati-matian agar memiliki uang untuk berlibur. Dan ketika berlibur diluapkanlah segala beban pikiran dan juga uang yang telah susah payah dikumpulkan selama bekerja. Bekerja untuk  berlibur dan berlibur untuk mengobati luka akibat bekerja.

Seseorang sering kali terlupa untuk menikmati hari ini. Padahal, hidup yang paling utama adalah kehidupan saat ini. Masa lalu hanyalah sejarah yang tak akan bisa berubah dan masa depan tak lebih dari sebuah misteri. Hanya dengan aksi di hari ini, yang bisa menentukan kedepannya akan seperti apa.

Karena orang yang benar benar hidup adalah mereka yang bisa menerima masa lalunya, dan siap menghadapi hari esok tanpa melupakan apa yang harus ia jalani hari ini.

Hargai apa yang ada di sekitar

Contoh-contoh tersebut mungkin tidak semua pernah mengalami, atau paling tidak, keadaannya tidak seekstrim itu. Meski demikian, tetap saja ada satu problema yang pasti mengganjal di relung-relung setiap insan. Jenuh, baik sedikit maupun banyak. Sejumput rasa keengganan untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Tidak ada semangat tercipta, hanya dilakukan sebagai konsekuensi dari sebuah kehidupan. Malas belajar, jenuh kuliah, enggan bekerja, bosan bertengkar, dan lain sebagainya.

Lantas apa yang bisa diperbuat? Memang manusia tidak akan pernah bisa terlepas dari rasa jenuh tersebut. Namun apabila kita bisa melihatnya melalui kaca mata syukur, seluruh keadaan tersebut mungkin perlahan akan membaik. Bersyukur pada keadaan yang ada, karena bisa saja hal-hal yang saat ini dikeluhkan adalah suatu keadaan yang justru sangat diharapkan oleh orang lain.

Saat jenuh berada di rumah karena keadaan keluarga yang senantiasa bersitegang satu sama lainnya. Dengan adik bertengkar, dengan ibu pun selalu bermarahan tiada habisnya, atau dengan ayah yang selalu marah terhadap hal-hal kecil. Bersyukurlah, bahwa saat ini masih memiliki orang tua dan keluarga. Ingat kembali hal-hal membahagiakan yang pernah dilalui bersama, bersyukur betapa beruntungnya dikaruniai mereka dalam hidup. Tanpa mereka mungkin keadaan akan jauh berbeda dari kata baik.

Manusia cenderung baru merasa memiliki setuatu yang berharga setelah kehilangan. Maka tak heran pada akhirnya banyak timbul penyesalan. Oleh karenanya penting untuk terus mengingat apa yang sejatinya berharga dan patut untuk dijaga dan di syukuri. Dengan demikian setiap momen yang tercipta akan selalu bermakna.

Hargai apa yang ada di sekitar, sekecil apapun hal itu. Karena kita tidak pernah mengetahui kapan hal tersebut akan diambil dan apa dampak yang mungkin terjadi pada kehidupan kita. Jenuh adalah hal biasa, karena itu merupakan naluri alamiah seorang manusia dalam merespon suatu keadaan. Belajar menikmati kejenuhan merupakan kunci untuk dapat berbahagia. Bukan dengan menghindarinya.

Tidak ada komentar: