Senin, 15 September 2014

I Love Traveling

Aku harap label traveler pantas untuk aku sandang, karena jujur saja, aku adalah tipe orang yang sangat sulit untuk berdiam diri disuatu tempat dalam jangka waku yang lama tanpa memiliki aktivitas yang menyita waktu. Setiap waktu luang yang aku miliki pasti sudah terbersit keinginan untuk pergi. Aku tidak suka berdiam diri, bayangan akan masa lalu pasti datang menghampiri. Mengganggu ketenanganku, merusak suasana dan memaksa untuk bernostalgila.

Aku cinta traveling.

Karenanya aku bisa meridukan kembali satu nama yang disebut rumah.

Karenanya aku memiliki waktu untuk diriku sendiri.

Karenanya aku memiliki kesempatan untuk mengenal dan mensyukuri ciptaanNya.

Karenanya aku bisa mengenal apa itu dunia.

Karenanya aku bisa memaknai hal apa saja yang terjadi dalam hidup ini.

Karena saat aku melakukan traveling, saat itu aku bisa merasakan pertualangan.

Petualangan adalah saat dimana perjalanan bukan hanya terfokus pada tujuan, namun saat aku bisa menikmati setiap langkah yang aku lakukan untuk bisa sampai disana. Ketika setiap detik yang aku habiskan menjadi sangat terasa berarti, waktu yang singkat menjadi terasa lama. Meskipun jauh dan sulitnya medan yang harus ditempuh, tetapi bibir ini masih bisa memberikan senyum terbaiknya. Itulah petualangan.

Ada dua hal yang menjadi hambatan utamaku saat aku ingin traveling.

Pertama, kemana aku akan pergi.

Kedua dengan siapa aku pergi.

Kemana dan dengan siapa menurutku adalah sesuatu yang relatif, saling menggantikan. Asalkan ada salah satu diantara keduanya tidak jadi masalah.

Hambatan pertama adalah kemana aku akan pergi. Tanpa tahu arah mana yang aku tuju mustahil aku bisa melangkah, namun apabila sudah memiliki tujuan, sendiripun akan aku laksanakan, walaupun sangat terkesan jomblo *ngenes*. Sekadar sharing, perjalanan sendirian itu tidak seburuk kelihatannya kok, justru dengan kesendirian, perjalanan akan lebih terasa (sepinya). Objek-objek yang lalu-lalang tersuguhkan sepanjang perjalanan akan sangat terasa, perjalananpun menjadi lebih membekas dalam ingatan.

Hambatan kedua juga tidak jauh berbeda. Dengan siapa aku pergi. Ya, jika sudah ada yang mendampingi petualangannku, tidak penting lagi kemana arah dan tujuanku. Semua adalah sama, semua akan terasa bermakna. Perjalanan tersebut juga akan menjadikan ikatan atau hubunganku menjadi lebih baik lagi. Building a good relation. Hal-hal yang sebelumnya tidak aku ketahui tentangnya (partner travelingku) bisa aku ketahui, bertukar pandangan tentang berbagai macam hal, menggali informasi-informasi baru (gosip), dan banyak hal positif yang bisa aku tampung darinya.

Kemana atau dengan siapa aku pergi nampaknya menjadi dua sisi mata uang buatku. Jika salah satu sisi muncul, maka sisi yang lain akan terbaikan olehku, bukan lagi menjadi sebuah hambatan. Tinggal sisi bagian mana yang Tuhan berikan padaku saat aku merindukan traveling. Disaat ada tujuan yang tiba-tiba aku idamkan, mungkin inilah jawabannya. Saat pula ada orang yang bersedia atau bahkan mengajakku untuk menjadi partnernya, mungkin juga inilah jawaban Tuhan yang lainnya.

 Oiya, mungkin ada sedikit pertanyaan mengapa uang tidak menjadi prioritas hambatanku. Sebenarnya uang juga dalam beberapa kondisi menjadi hambatan. Hambatan yang besar bahkan. Tetapi mengapa aku mengesampingkan hal ini karena uang hanyalah sarana untuk membawaku sampai pada tujuan. Uang hanya menggeser waktu perjalananku, sampai aku memiliki cukup biaya untuk pergi.  Semakin banyak uang yang aku miliki hal itu berarti bisa semakin jauh tujuan yang aku lempar dan semakin nyaman pula fasilitas yang aku dapatkan.

tetapi untuk apa...

Untuk apa nyaman? Jika tujuan dari traveling adalah keluar dan membuang segala bentuk perasaan nyaman terhadap rumah. Mencari suasana baru dan menikmatinya hingga aku bisa merindukan rumah. Perjalan terbaik adalah saat dimana aku bisa kembali merindukan rumah.

Untuk apa jauh? Masih banyak destinasi yang berada disekitarku yang masih bisa dan sangat layak untuk aku jamah. Tidak penting seberapa jauh apabila perjalanan itu tidak bermakna.

Kembali lagi pada persoalan uang. Saat ini memang aku hidup masih menadahkan tangan pada orang tua, menunggu jatah bulanan untuk menyambung hidup. Namun kemanapun aku pegi, aku tidak pernah meminta lagi pada orang tuaku. Aku hanya memberitahu kepada mereka kemana aku akan pergi, sesekali pula aku meminta izin, walaupun lebih sering hanya memberi informasi. Jika mereka sedang berbaik hati, cairlah dana untukku, untuk menambah bekal perjalanan. Namun bukan sebagai sumber utama. Cukuplah selama ini aku menggantungkan beban kepada mereka. Aku bisa menyisihkan uang yang aku miliki, jika sudah cukup barulah aku mulai perjalanan tersebut.

Mengapa aku sangat mencintai traveling, mungkin jawaban sederhana yang bisa aku simpulkan adalah karena aku tidak suka berdiam diri, karena aku pensaran akan hal-hal baru. Namun sadarkah, bahwa sejatinya hidup ini adalah perjalanan? Mengukir sejarah di dalam setiap langkah, mengisi lembaran baru di kertas yang masih kosong. Bukan hidup namanya jika hanya berdiam diri, hidup akan terasa lebih hidup saat aku bisa melangkah ke tempat yang asing dan unik. Saat aku hanya bisa mengandalkan diri sendiri, saat itulah aku bisa mengenal siapa diriku.


Lakukanlah petualangan, kemanapun tujuan yang bisa kalian bayangkan. Pertualangan bukan hanya terpaku pada satu destinasi wisata, semua tempat bisa menjadi sarana kalian untuk berpetualang. Maknai betul apa yang kalian alami, langkah demi langkah, detik demi detik, momen demi momen yang kalian alami. Jika kalian bisa memaknai apa yang telah kalian lewati, kalian telah berpetualang. 

Minggu, 31 Agustus 2014

dont judge book by the cover


(Sabtu, 30/08/14) Akhirnya  tiba juga pada hari keberangkatanku ke semarang. Tidak ada yang spesial memang, aku telah menyiapkan hati untuk meninggalkan kota ku dengan berjuta kenangannya. Perjalanan ini bukan yang pertama, bukan pula yang terakhir. Yang aku ketahui adalah perjalanan ini merupakan rutinitasku selama beberapa tahun ke depan. Kereta ekonomi yang cukup nyaman dengan harga yang sangat bersahabat adalah pilihan utama yang tersedia. 6 jam kurang lebih waktu yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan.

Tidak ada yang berbeda, seperti perjalanan pertamaku beberapa waktu lalu. Bedanya kini aku sendiri, benar-benar sendiri. Tidak lagi ada ibu atau ayahku yang mendampingi, bagiku mungkin ini sudah terlampau biasa, mengingat apa yang aku alami tiga tahun belakangan memang kulakukan sendiri, sebisa mungkin tanpa merepotkan mereka.

Ada hal menarik yang ingin aku bagi disini, pengalaman di kereta saat aku bertemu dengan kelompok pecinta alam, satu deretan kursi dengan mereka untuk 6 jam perjalanan ke depan. Sekilas penampilan mereka berantakan, rambut yang tidak teratata rapih, celana belel dan sobek sana sini, tas carrier yang ukurannya tidak tanggung-tanggung, serta sepatu mereka yang khas.

Kesan pertama yang aku dapat adalah rasa ketidak nyamanan terhadap mereka, mungkin perasaan ini kurang lebih sama saat harus berhadapan dengan anak-anak punk. Menyeramkan, merasa terganggu, dan hal negatif lainnya. Tamat sudah riwayatku untuk 6 jam ke depan. Jika ada kesepatan mungkin aku bisa berpindah tempat duduk atau melompat dari kereta dan berguling-guling. Ketimbang harus tetap berhadapan dengan mereka selama perjalanan. Skak- mat!

Namun.......

Ternyata............

Sanagat tidak terduga...............

Dari sini aku belajar satu hal.....................

Dont judge book by the cover! Yah, alih-alih menilai buruk orang hanya karena penampilan rasanya kurang tepat, meskipun ada benarnya juga. Kesan pertama hadir melalui penampilan, setelah itu mengarah ke sikap pribadinya. Mungkin gaya mereka berantakan, atau bahasa halusnya natural. Namun tidak kusanggka ternyata mereka cukup friendly. Haha. Walaupun agak ramai, banyak bicara, namun hal itu tidak lantas membuat orang lain terganggu.

Pembicaraan pertamaku dengan mereka dimulai saat berbagi colokan listrik, dimana di kereta ini hanya tersedia satu colokan untuk dua baris kursi yang saling berhadapan, terbayang sudah satu colokan harus dibagi untuk enam orang. Masing-masing mungkin hanya punya waktu satu jam.. untungnya aku membawa terminal listrik rusak..

Ya, terminal listrik rusak.. tanpa aku sadari yang aku bawa adalah barang yang sudah rusak-_- sedikit malu terhadap mereka karena memberikan barang yang sudah rusak. Namun disinilah pendangan negatifku tentang mereka perlahan mulai berubah. Dengan peralatan gunung mereka, barang itu dibongkar dan diperbaiki.. hingga akhirnya berfungsi kembali. Akhirnya kami pun bisa berbagi listrik, listrik untuk semua. Semua harus dapat menikmati lisrik. Dan lisrikpun yang menyatukan kami. *skip*

Setelah kejadian itu sedikit demi sedikit pembicaraan kami dimulai, oiya. Ada yang terlupa, mereka adalah kelompok kecil yang terdiri dari empat orang. Mungkin nama mereka tidak perlu aku sebutkan. Pendaki independent, begitulah mereka menyebut dirinya.. yang mendaki karena sebatas kecintaan terhadap alam, tanpa sponsor, tanpa media, apa lagi pencitraan. *ini kemana-mana topikya*

Dari pembicaraan mereka tercermin bahwa mereka orang yang cukup berpendidikan. Dari apa yang mereka lakukan tergambar bahwa sebenarnya mereka memiliki ekonomi yang cukup atau bahkan berlebih. Bayangkan, untuk perjalan jauh misalnya, paling tidak mereka harus mengeluarkan uang untuk transport, peralatan gunung, uang perizinan, dan sebagainya.

Walaupun penampilan cukup unik, namun gaya bersosialisasi mereka cukup baik, terbukti obrolanku dengan mereka sangat nyambung, dengan siapapun yang mereka temui, mereka bisa berdiskusi tentang berbagai macam hal, dengan anak kecilpun mereka akrab, tanpa rasa takut balita mau mendekat dan bercanda dengan mereka.

Dan satu hal yang membuatku kagum yaitu kecintaan mereka terhadap lingkungan. Meskipun mayoritas mereka adalah perokok yang cukup berat, mereka sangat menghargai sesama. Tidak merokok di kamar mandi atau di celah gerbong kereta seperti yang kebanyakan orang lain lakukan. Sangat berbeda dengan pria berpakaian rapih disebelahku yang tanpa rasa malu mengepulkan asap di tempat duduknya. Mereka mencuri-curi waktu untuk merokok ketika kereta sedang berhenti di stasiun transit. Itupun mereka lakukan hanya di smoking-room yang tersedia. Sehingga tidak ada satu orangpun yang terganggu. Jikalau selama ini aku selalu benci pada seorang perokok, justru kali ini aku menaruh hormat kepada mereka.
    
        Kesanku untuk perjalanan kali ini adalah luar biasa, waktu 6 jam tidak terasa saat berinteraksi dengan mereka, bertemu dengan individu baru yang dapat aku jadikan pelajarang, dapat aku ambil contoh baiknya. Akupun berkaca diri bahwa ternyata aku ini hanyal kecil di semesta, banyak sikap yang harus aku perbaiki, dan akupun masih harus berkaca diri.

Salam hormatku untuk kalian, para pecinta alam.

Selasa, 19 Agustus 2014

GIRLS OF SCIENZATION A


Diluar perkiraan, setelah postingan tentang anak laki-laki di scienzation selesai dipublish. Pada awalnya aku berpikir banyak yang tidak suka dengan apa yang telah aku buat, namun ternyata sebaliknya. Dan beberapa permintaanpun muncul untuk membuat cerita tentang anak-anak perempuan juga. Sebelumnya sempat ragu, bisakah aku membuatnya? Satu dari sekian alasan muncul dalam benak ini. Alasan utamaku karena banyaknya anggota perempuan dalam scienzation-_-

Well, bagaimanapun patut dicoba juga bukan? Baiklah.. aku akan coba gambarkan sedikit tentang mereka, keluarga kedua ku yang mungkin tidak akan bisa lagi aku temui seperti pada kesempatan-kesempatan lalu. Tulisan ini aku buat sebagai penyeimbang, sekaligus penjelasan tentang kelasku, bahwa di scienzation juga ada perempuannya (oke semua juga tahu) dan mereka juga tidak jauh berbeda gilanya dengan anggota laki-laki.

Kembali aku meminta maaf pada kalian, yang namanya terdapat di dalam tulisan ini.  Mungkin nama kalian yang sebelumnya terlihat baik, atau bahkan terlalu baik akan sedikit tercoreng akibat perbuatanku ini. Sekali lagi aku mohon maaf. Sesuatu yang mungkin buruk dimata kalian yang aku ceritakan disini memang sengaja aku beberkan. Perlu kalian ketahui, keburukan di mata kalian belum tentu  buruk dimata orang lain, pun sebaliknya, baik di mata kalian belum tentu baik di mata orang lain. Aku hanya ingin mengingatkan kembali apa yang pernah kita perbuat bersama-sama. tidak pernah ada maksud untuk menjelekan kalian.

Girls of scienzation A, yang aku ketahui tentang mereka..
bersama wali kelas ter..... cinta

Amalia Insani Ahmad: amel, perempuan cempreng dan subur yang hobinya tidur dikelas. cara tidurnya pun unik, sangat pandai berkamu flase, seakan terlihat sedang konsentrasi belajar, namun rupanya sangat asik terlelap.Tidak pernah menyiakan waktu luang untuk tidur, kalau di laki-laki ada muadz dan wimo yang bersaing untuk mendapatkan gelar rajanya tidur, amel sudah mengukuhkan gelar ratu tidur di kelas, tanpa ada yang bisa menyainginya. Secara umum dia cukup asik, pandai, dan bisa berbaur dengan anggota kelas yang lainnya.

Arifah diana: bu dokter scienzation ini adalah perempuan paling dewasa di kelas, jauh melampaui usianya. Pintar dalam hal kepemimpinan dan mengambil keputusan penting, banyak hal yang dapat diatasinya selama kami bersama. Jikalau tuhan mengumpulkan anak dengan keragaman yang berantakan di kelas ini, mungkin arifah adalah penyeimbangnya. Sehingga kelas tetap berjalan dengan benar.

Asagaya astuti: asa, tidak banyak mungkin yang bisa aku ceritakan tentangnya. Dekat dengan amel, devi, dan dessi, kalau anak laki-laki selalu berbaur dan bermain bersama, kebanyakan dari anak perempuan membentuk kelompoknya masing-masing. Meskipun seiring berjalannya waktu mereka akhirnya bisa menyatu juga. Oiya, aku dapat hadiah gelas darinya saat acara tukar kado! Terimakasih, hadiahnya sangat bermanfaat buatku.

Benazir putri minggi arba: bena, perempuan mungil yang memiliki suara dengan frekuensi diluar ambang batas aman ini sangat aktif. Jikalau ada pemeriksaan suara layaknya razia knalpot kendaraan, mungkin dia sudah kena tilang jutaan kali. Sebenarnya dia cukup baik, suka menolong dan sebagainya. Sayangnya sempat dimusuhi oleh kelas pada semester-semester awal karena kelebihannya. Pada akhirnya kami kembali berdamai dan dekat dengannya lagi. seperti pepatah klasik, bisa karena terbiasa. Anggota kelaspun akhirnya kebal dengan keunikannya.

Cut balqis raihatul jannah: baal. Perempuan dengan kecepatan prosesor yang sangat dibawah rata-rata manusia normal. Kalau diumpamakan dengan prosesor komputer, mungkin  dia mendapat grade- pentium ½. Sedang yang lainnya sudah quad-core dan berbasis I3 keatas. Kalau lagi ngobrol selalu paling akhir nyambungnya, orang lain sudah selesai tertawa dia baru bertanya. Hal yang paling menyebalkan adalah ketika ujian tengah berlangsung. Selalu menjawab tidak tahu dan tidak mengerti tentang materi ujian. Selesai paling akhir pula, seakan akan memang bodoh dan tidak mengerti. Namun hasil akhirnya sering mendapat niali sempurna atau yang paling bagus diantara anggota yang lainnya. Semoga tuhan membalas.

Dessi dwi septian: dessi, perempuan yang mungkin paling alim di scienzation. Berjilbab paling syar’i dan tidak mau lagi bersentuhan dengan laki-laki. Paling rajin dikelas, bersama putri sang juara kelas. Hobinya adalah belajar, sangat tidak mencerminkan scienzation. Diantara yang lainnya, mungkin rumah yang terjauh adalah dia, di bojong. Dan jangan lupakan tentang kisah cintanya dulu dengan Ahmad. Dari keduanya dapat dijadikan pelajaran bahwa cinta membawa keikhlasan (dan kebodohan) yang sangat besar. Ahmad rela mengantarnya ke rumah. Padahal jarak rumah mereka berdua seperti kutub utara dan selatan dalam kompas. Yang satu di kalibata dan satu lagi di bojong, dari utara ke selatan. Sungguh hebat cinta itu.

Devi trasisti: boyo, entah apa motivasinya anggota kelas memanggilnya dengan julukan ini. Hanya karena tempat lahirnya di boyolali, kampung halam orang tuanya. Anak yang paling antusias di scienzation, selalu bertanya bahkan untuk hal-hal yang tidak penting dan semua orang pasti tahu jawabannya.  Tidak jarang anggota yang lainnya dibuat emosi. Satu lagi, ketawanya sangat memiliki ciri khas, saranku adalah segera patenkan suara ketawa itu ke lembaga haki, atau daftarkan ke guines book of record! Kamu pasti kaya. Ahahaha *ketawa ala boyo

Dina syahidah amani: anak yang paling diam di scienzation. Harus diakui, sekompak-kompaknya scienzation masih gagal untuk bisa membaur dengannya, guru yang hebat sekalipun tidak bisa menanganinya. Entah apa yang salah dengan ini, semua anggota kelas sudah berusaha untuk mengajaknya begabung. Tapi tetap saja hasilnya nol. Bagaimanapun, dia tetaplah bagian dari keluarga ini.

Fatiya zahra: patiya, ibu-ibu rumah tangga able. Sebagaimana gelarnya, dia sangat suka menggosip tentang segala hal bersama geng-nya. Selalu punya unek –unek yang wajib disampaikan ke semua orang, aku sebenarnya khawatir bergaul dengannya, takut banyak dosa. Secara sering sekali ngomongin orang. Tetapi dibalik itu dia memiliki pribadi yang cukup unik. Periang dan sangat sensitif, untuk sesaat dia bisa menjadi sangat ceria, tertawa, bercanda, bernyanyi bersama-sama, namun untuk beberapa saat ke depan tiba-tiba bisa sedih. Sungguh tidak manusiawi.

Fernanda chairunnisa: Fera, bocah paling mungil dan juga paling galak di kelas, anaknya asik tetapi suka kejam saat mencubit seseorang, sakitnya bisa menyayat hati. Biarpun kecil dia adalah atlet taekwondo yang profesional. Tuhan menciptakan kelebihan dalam tubuhnya yang kecil. Saran dariku, jangan bercanda dengan dia, cubitannya benar-benar kejam. Sama seperti beberapa anak lainnya, dia memendam cita-cita menjadi dokter, moga apa yang diimpikanya tercapai. Usaha dan kegigihanya tidak perlu dipertanyakan lagi. Hobi bernyanyi lagu anak-anak, seharusnya semua anak sd-smp seperti ini. Baik, tidak perlu diragukan, sama seperti mayoritas anak scienzation dia juga pintar, sayangnya suka mencubit. Oke ampun, nanti di cubit lagi-_-

Marina laksmidara: ibenk, atlet basket tinggkat kelas ini tidak usah diragukan lagi kemampuannya. Memendam cita-cita untuk kuliah di psikologi bersama dengan kimi, meskipun pada akhirnya dikhianati karena kimi dapat kuliah duluan. Perempuan yang asik dan dermawan. Jangan lupakan tentang bernyanyi, suaranya bagus, walaupun tidak sebagus jaki. Hafal bermacam jenis lagu dan sangat asik untuk diajak bernyanyi bersama di kelas. Catatan, saat karoke bersama usahakan disebelahnya, dan berada sejauh mungkin dari jaki dan asep.

Maulida hanifa: ifa, jikalau setiap kelas punya anggota yang paling alim tentunya ada yang tidak. Ifa mendapatkan gelar besar dari anggota lainnya, rasanya sulit untuk tidak mengakuinya sebagai cabe. Entah dari mana motivasinya, julukan itu sudah melekat. Sangat menyukai bidang fashion, walaupun di kelas tidak ada yang peduli. Justru lebih menghargai dia yang apa adanya. Sungguh kelas yang luar biasa jauh dari kepura-puraan. Sebagai wanita, dia juga senang menggosip tentang berbagai macam hal. Rumahnya cukup jauh, hebatnya dia tidak pernah terlambat sekalipun ke sekolah, satu hal yang patut di contoh oleh muadz dan bena.

Nabila shafarien susilo: jejen, nabila, caling, shafa. Sangat membingungkan, dari mana panggilan yang tidak ada nyambungnya dengan nama asli ini bisa muncul. Hanya kelas ini yang bisa begitu. Kalau disetiap kelas ada tokoh yang baik dan protagonis, dia berada di sisi seberang, sebagai tokoh antagonis. Harus hati-hati dengan psikopat yang satu ini. Tidak penah ngantuk dan tidak pernah tidur di kelas, sangat luar biasa. Orang bilang ngantuk itu menular, hanya psikopatlah yang tidak tertular, penjelasan ini lebih dari cukup untuknya. Dia sangat asik untuk diajak bercanda dan bercerita, salah satu anggota gosiper kelas bersama geng-annya. Kepintarannya tidak perlu diragukan, salah satu penghuni lima besar ranking kelas.

Najwa wafiyah az zahra: wawa, bocah. Duo kecil bersama vera ini sangat heboh dikelas. Lenjeh dan nempel dengan laki-laki manapun. Kalau anak laki-laki sedang bermain atau jalan, dia sering ikut, walaupun menjadi satu-satunya perempuan yang ada disana. Anak osn biologi, dan pintar di bidang matematika. Salah satu penghuni 5 besar di ranking kelas. Jadwal belajarnya tidak perlu ditanya, dia ikut berbagai macam les, entah itu inggris dan bimbel. Meskipun jadwalnya padat tetapi tetap punya waktu untuk hang-out. Aneh.

Putri hidayatul islam: putri, wanita yang sangat dipuja-puja oleh ihsan ini adalah orang yang menduduki ranking satu di kelas, singga sananya tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun hingga lulus, selalu ranking ke-1. Sayangnya cukup jutek dan cuek, penagih hutang kas paling hebat di kelas, jika selama ini baal tidak pernah berhasil menagih uang dari anak-anak, putri selalu berhasil menjalankan aksinya, semua tunduk dan patuh tanpa bisa mengelak untuk membayar. Untungnya dia tidak suka berkecimpung di dunia kepemimpinan, jka tidak masa depan kelas atau bahkan negara ini bisa terancam oleh kediktatorannya. Berbahaya.

Sarah al qibtiyah: cukip, aku bingung meletakannya di bagian girl or boy. Sebenarnya dia perempuan yang cukup anggun dan cantik, jika dia mau bertindak seperti itu. Namun jiwanya sangat tomboy, mungkin jiwa laki-lakinya terperangkap dalam tubuh perempuan. Hobi meminjam cbr milik asep. Jangan lupakan juga bahwa dia adalah atlet pencak silat yang sangat hebat,  pintar, tidak perlu diragukan lagi.

Sela diah kenanga: sela, calon bu dokter yang gak jadi-jadi, ditolak sana sini oleh perguruan tinggi, tetapi usahanya tidak pernah padam. Cukup lenjeh dan dekat juga dengan semua anggota laki-laki di scienzation. Sahabatnya baal, tapi sering dhianati oleh baal sendiri, bahkan tak jarang bully-an justru berasal dari sahabatnya ini. Dia adalah panitia kelas, tanpa ba-bi-bu sering kali langsung mengambil alih urusn kelas, dan pada akhirnya justru repot sendiri. Meski demikian kelas sedikit banyak terbantu olehnya, tidak perlu repot-repot memilih siapa yang harus diberi tanggung jawab.

Zahra alyani fauhan: zahra, moppy. Panggilan unik lainnya yang dimiliki anggota scienzation. Dia termasuk juga ke dalam jajaran bocah, suara dan sifatnya yang kekanak-kanan tidak bisa lepas dari penilaiannya, sayangnya dia sering sekali sakit, absensnya cukup menyita mata bagi yang membaca jurnal kelas. dia adalah sepupunya ihsan, menjadi satu-satunya orang yang memiliki hubungan darah dengan anggota lainnya di dalam kelas ini. Yang tidak boleh dilupakan darinya adalah ia sering kali membawa makanan dan membagikannya ke anak laki-laki. Kalau sudah begini kelas bisa jadi ricuh dan memakan korban.

Zakiyah hamidah hasibuan: jakiya, bude, konde. Yap  perembuan berdarah batak ini mempunyai konde paling hebat, kondenya sangat sering menjadi korban keusilan anak laki-laki. Saranku sama seperti bena, segera daftarkan ke haki dan guiness book of record, kalian pasti akan kaya. Untuk ukuran wanita, dia memiliki selera makan yang banyak, tanpa perlu takut kegemukan. Seharusnya semua wanita bisa seperti dia, karena cantik itu seharusnya apa adanya.

Nurrahmah amaniyah: ama, kehadirannya di kelas terhitung hanya satu tahun. Pada saat kenaikan kelas XII dia baru pindah dari pesantren, namun rasanya sudah seperti mengenal lama dengannya. Jangan pernah lupakan pula cara tuhan mempertemukan seseorang, tuhan punya rencana tersendiri yang indah, yang hanya bisa terjawab oleh waktu. Sebagai anak pesantren tulen, kemampuannya di bidang bahas arab tidak perlu diragukan lagi. Mungkin inilah tujuannya mempertemukan kami. Dia sangat-amat-super membantu dalam ujian bahasa arab, semua anak kelas dibantu olehnya untuk membuat karangan dalam ujian praktek, bahkan kelas lain pun mendapat bantuan darinya.

Yak, akhirnya selesai sudah semua diceritakan. Merekalah perempuan-perempuan hebat yang bersamaku semasa sma, di masa remajaku. Dari mereka, gambaran tentang anak-anak sma yang selama ini aku ketahui ternyata lain, mungkin kami adalah contoh baik dari sekian banyak gambaran miring tentang remaja sma yang sudah kita ketahui bersama. Secara keseluruhan mereka luar biasa, memiliki impian yang bisa dipertanggung jawabkan. Memiliki ikatan kekeluargaan yang sangat erat. Jauh dari pergaulan masa kini yang hedonis.

Aku berterima kasih pada kalian semua, berkat kalian apa arti dari persahabatan kini terjawab sudah. Dan aku sangat bangga mengakui kalian sebagai teman. Harapanku adalah ikatan ini akan selamanya berlangsung, meskipun masa-masa kita sudah berakhir. Aku tidak ingin kalian hanya menjadi temanku ketika semasa sma, aku ingin menghapus label itu, teman sma menjadi teman. Karena teman sma hanya berjalan tiga tahun, namun teman berarti selamanya.

Aku bangga mengakui kalian sebagai teman, dan aku harap kalian juga demikian. Jangan ragu untuk menyapaku saat bertemu, jangan sungkan untuk menghubungiku saat kalian memiliki problema, jangan sungkan. Karena aku juga berharap demikian saat aku membutuhkan kalian. hehe

Sesuatu yang nyata saat ini adalah hari-hari dimana kita bersama sudah berakhir. Hanya doa dan ikatan silaturahim yang dapat kita pegang bersama, itulah yang akan selalu menghubungkan kita, walau sejauh dan selama apapun kita terpisahkan. Jika kalian memegang teguh itu, ikatan kita akan selalu ada.


Dariku, orang yang menganggap kalian sangat berati.


bonus untuk kalian





senyum kebersamaan






Sabtu, 16 Agustus 2014

BOYS OF SCIENZATION A

Sesuai judulnya, dalam tulisan ini aku ingin menceritakan tentang personil laki-laki dari scienzation. Mereka adalah pejantan-pejantan tangguh dengan segala kecacatannya yang setiap hari aku temui dalam tiga tahun belakangan di masa hidupku


 Sebelumnya aku mohon maaf jika dalam postingan ini nantinya terdapat kata-kata yang tidak berkenan, seluruh isi dari konten ini aku yang membuat secara sadar dan sengaja. Sengaja untuk membeberkan apa yang aku ketahui dan aku alami. Tulisan ini dibuat dengan menceritakan sisi positif serta negatif masing-masing anggota, agar kalian semua ingat dan paham bahwa sejatinya tidak ada gading yang tak retak. Tidak ada manusia yang sempurna, jadi kelak ketika kalian telah berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi, kalian tidak lupa akan masa lalu kalian. Anggaplah ini adalah pengingat bahwa kalian memiliki masa lalu yang (kelam) indah.

Boys of scienzation

Ahmad izzudin: Aku, laki-laki bernomor absen satu di kelas. Dalam keseharianku bersama mereka aku selalu menjadi diriku sendiri. Mengimbangi atau bahkan terbawa suasana seperti mereka, yang bebas menggila dan lepas. Sering kali aku merasa menjadi kompor dan provokator dalam berbagai kejadian. Tak ayal, aku sering kali disalahkan dalam banyak hal.

Akhmad zaki firdaus: si tinggi dan cungkring dengan berjuta keaehannya. Namun dibalik itu semua, mungkin dia adalah laki-laki yang terpintar di kelas. Lumayan rajin untuk ukuran anak laki-laki lan di kelas ini. Sangat amat sungguh jago fisika, tidak perlu diragukan lagi kemampuannya (secara anak osn fisika). Hal yag selalu aku ingat dari pribadinya adalah tingkat kepedeannya yang begitu besar, terutama ketika menyanyi dan narsis. Padahal semua orang tahu, suaranya bagus dan akan sangat bagus jika dia diam.

Asep maulana: apa yang harus aku ceritakan tentang mahluk yang satu ini ya?-_- lelaki tambun dan berkaca mata. masih setipe dengan zaki, dia sangat sering bernanyi. Yang membedakan adalah teknik bernyanyinya, selalu free style. Gaya bebas, lirik diputar-putar, aku diganti jadi dia, membuat yang mendengarnya jadi bingung sendiri.  Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah hidupnya yang asal. Bebas tanpa beban, mungkin yang bisa hidup tanpa beban menyaingi dia hanyalah orang gila, tidak perlu diragukan lagi.

Baro: nama paling panjang dikelas, sifatnya 11-12 dengan asep. Kalau boleh jujur dia cukup pandai, hanya saja sikap rendah hatinya membuat dia menutupi kepandaiannya.  Sering meneriakan umpatan di kelas dengan sunda-inggrisnya.  Oiya, dia adalah agen pulsa yang paling sukses di sekolah, pelanggannya mulai dari guru, teman seangkatan, kakak kelas sampai adik kelas.

Dhia elhakim: laki-laki blasteran subang-kediri ini memiliki kisah cinta yang tragis, dua tahun sudah putus dari pujaan hatinya dan belum  bisa move-on sampai saat ini. Cita-citanya adalah ingin punya motor. Namun apa daya, sampai saat ini belum juga tercapai. Dari keseluruhan anak laki-laki dikelas, hanya dia yang tidak memiliki motor. Menjelang kelas XII mulailah dia menggunakan mobil kesayangannya ke sekolah. Setiap pagi selalu menumpang parkir di rumah adik kelasnya untuk kemudian naik angkot. Cukup bodoh.

Fakri zia ahmad riyanto: laki-laki tengil dengan benjolan di jidatnya, kenang-kenangan semasa smp dahulu. Mulai (kerasukan) rajin sejak naik ke kelas XII. Bercita-cita masuk fkg, sayang doanya tidak jelas. Bukan fakultas kedokteran gigi yang didapat, justru terdampar di fakultas konstruksi gedung. Pelajaran untuk kita semua, berdoalah yang jelas agar tuhan tidak bingung.

Irfan imaduddin: si bolang. Julukannya sejak smp ini nampaknya terus melekat akibat teman smpnya. Cukup rajin dan pendiam, selalu menjadi bahan bully-an dan siksaan. Catatan prestasi selama sma cukup bagus, menjadi perwakilan anak osn biologi untuk sekolah. Mempunyai cita-cita untuk memperbaiki keturunan. Pacarnya putih, 180’ berkebalikan dengannya. Untuk misi yang satu ini mungkin dia sudah berhasil.

Muadz abdurahman: si biksu dari griya tugu asri. Atlet gagal yang hobinya terlambat dan tidur dikelas. Maniak game dan mengerti banyak tentang gadget serta komputer. Dulu sering sekali minta titip absen sakit karena dia bangun kesiangan. Dari sekian anak laki-laki di kelas, dia mempunyai kumis yang paling tebal badai. Menurut ceritanya, dua hari sekali kumis itu bisa kembali menjadi lebat.

Muhammad aqilnaufal chiewimo haprabu: atlit taekwondo yang nampaknya akan sulit terkenal karena namanya yang panjang dan ribet. Nama pemberian orang tuanya ini sangat unik. Mungkin jika dijabarkan butuh 1 sks mata kuliah agar sejarahnya bisa terselesaikan. Hobinya sama dengan muadz, yaitu tidur dikelas.

Muhammad daud: menteri kemananan dan perlengkapan negara ini (spidol, penghapus) menjabat sejak era moving class sampai akhirnya menetap. Siluetnya mirip dengan asep, sama-sama tambun. Dan sama-sama tinggal karbela (karet belakang) pula. Rumahnya sempat dijadikan basecamp karena banyak makanan. Thats why badannya bisa subur seperti itu. Salah satu anggota kelas yang beruntung karena bisa lolos ke UI, meskipun masih memendam cita-cita untuk ke ITB.

Muhammad kiky prasetyo nurdin: anak kesayangan pak haji mastur! Kalau ngomong selalu ngasal dan ngeselin, sampai sampai kedua orang tuanya sendiri pun sering menjadi korbannya. Aku curiga cak lontong yang baru-baru ini booming mengikuti gaya-nya yang terkutuk ini. Ada yang berubah di kelas XII, dia menjadi sangat rajin untuk belajar. Ambisinya untuk dapat lolos di matematika UI atau teknik kimia, mengantarka dia menjadi rajin menginap dirumahku atau rumah muadz untuk belajar. Tak boleh dilupakan pula, dia adalah pembalap jalanan. Punya ketertarikan di bidang motor.

Muhammad raihan aufa: laki-laki paling tinggi di kelas ini paling hobi sama yang namanya modusin perempuan. Kalau lagi ngumpul selalu laporan tentang perempuan cakep yang dia temui. Entah itu mbak-mbak tukang bubur, atau anak kecil sekalipun. Hobinya main basket, juga cinta dengan hewan peliharaan. Di rumahnya ada banyak hewan peliharaan seperti kucing, kelinci, dan landak. Sejalan dengan hobinya itu, dia kini kuliah di fakultas peternakan unpad.

Muhammad zakaria abdul jabbar: si kuproy yang diam-diam menghanyutkan. Kapten tim futsal scienzation ini termasuk ke dalam 5 sekawan jupiter mx, bersama kiki, baro, ahmad dan jaki. Diantara anak laki-laki lainnya, dia yang paling jarang ikut bermain kartu di kelas ataupun bernyanyi, lebih sering menonton dan menjadi komentator yang seakan mengerti segalanya. Namun di sisi lain, dia sama gilanya dengan anggota kelas yang lainnya.

Nur ahmad ihsanullah: orang-orang bilang sih dia anak yang alim. Tapi kalau soal pacaran tetep jalan. Bahkan paling jauh langkahnya.  Rela meninggalkan PTN demi dekat dan bisa antar jemput dengan  pacarya. Dia dan juga kiki sangat sering menginap di rumahku untuk belajar. Seringkali pula dia menjadi partnerku untuk berdiskusi tentang berbagai macam masalah. Satu dari sedikit anak scienzation yang bisa diajak berdiskusi secara dewasa dan serius.  

Naufal ihsan: hobinya sepedahan. Setiap minggu selalu mengajak anak-anak untuk ikut cfd ke monas. Baru di akhir-akhir ini bisa mengendarai motor. Diantara yang lainnya, mungkin dia yang paling jarang berkumpul dengan anggota kelas. Terutama saat bermain futsal. Mungkin karena perbedaan hobi dia jadi jarang sekali bergabung. Padahal, kemampuan anak laki-laki di scienzation tidak jauh berbeda.


            Yap, akhirnya selesai juga menggambarkan mereka satu persatu. Meskipun harus diakui tulisan ini sangatlah subjektif dan tidak dapat menggambarkan secara rinci tentang mereka. Yang ingin kusampaikan adalah, kalianlah keluargaku di tiga tahun belakangan ini. Apapun sifat dan latar belakang kalian sangatlah aku hargai.
            
            Jikalau dahulu waktu berbaik hati untuk menyatukan kita, mungkin inilah saatnya waktu menunjukan jati diri yang lainnya, berpisah. Telah habis era kita bersama-sama, menghabiskan waktu untuk menuntut ilmu dan mendewasakan diri. Sekian waktu kita tidak terpisahkan, akhirnya saat itu datang juga.

            Masing masing dari kita telah memilih jalannya sendiri, suatu saat kita akan berkumpul dengan mengenakan almamater kebanggaan kita yang berbeda beda. Akan selalu ada waktu yang aku nantikan untuk bertemu kalian kembali, bercerita tentang indahnya masa remaja ini. 

           Apapun yang pernah kita alami, ingatlah.. aku pernah menjadi bagian dari hidup kalian, sisakan sedikit ruang untuk diriku di masa depan kalian. Kalian adalah sahabat terbaik yang pernah aku temui.



Jumat, 15 Agustus 2014

-bijak-



Sedikit gambaranku tentang  kami;

Kami adalah bijak ( Baro, Iju, Asep, Kimi )

Kimi: si tinggi yang gak bisa move-on. Gak pernah kesampean untuk punya motor, tapi setiap hari selalu bawa mobil-_- ertiga kesayangannya udah gak suci lagi, ada penyok di bemper belakangnya waktu awal-awal bisa bawa mobil ke tempat bimbel.  Dari kami berempat, mungkin dia yang paling bisa aku temui sering sering. Nasib membawa kami ke universitas yang sama, walaupun fakultas yang berbeda.

Asep: anak juragan yang hidupnya paling ngasal, lebih ngasal dari siapapun yang pernah aku kenal. Selalu pelan (dan ngasal) kalau bawa CBR jingganya. Tapi bisa lebih gila kalau bawa motor Jupiter mx-nya baro-_- jadi intinya percuma dia beli motor bagus-bagus. Sekarang melanjutkan kuliah di fakultas perikanan di IPB.
Baro: putra dari Ustadz Hilman, sangat akur dengan kakaknya. Seorang entrepreneur muda yang sukses (dari jualan pulsa), yang kini bisnisnya bisa merambah ke sector manapun. Beruntungnya dia kini kuliah di jurusan yang memang di bidangnya, yaitu ekonomi dan sumber daya di ipb.

Aku: sepertinya tidak ada yang perlu diceritakan ya, biarlah kisah hidup ini menjadi misteri.


            Pepatah yang paling benar menurutku mungkin adalah; “kalian tidak akan pernah memahami arti kehilangan sebelum kalian benar benar kehilangan.” Iya gak sih? Kehilangan itu menyakitkan, terlebih lagi untuk satu harta yang bernama persahabatan.  Hal-hal biasa dan sepele yang setiap hari kalian lakuin perlahan akan kalian rindukan, rutinitas yang mungkin sebelah mata sedikit demi sedikit memperlihatkan nilainya. 

Selama ini mungkin aku tidak terlalu merasa memiliki sahabat yang berarti, siapapun mereka tidak terlalu terpikir olehku. Yang aku tahu, merekalah temanku. Aku jalani hari-hariku bersama mereka, sampai habis kesempatanku dengan mereka.

Kadang bahkan merasa bosan, ya ampun.. mereka lagi mereka lagi, tapi hanya mereka yang punya waktu fleksibel denganku. Mungkin karena senasib dan seperjuangan yang menyatukan kami (re:jomblo). Jadi yang paling available ya mereka. Kemanapun, kapanpun, mereka siap mengayomi dan melayani! That’s what friends are for? 

Pernahkah kalian bertanya apa pentingnya salam perpisahan? Setelah pergi dari suatu tempat bersama-sama, menyempatkan diri untuk berhenti di pinggir jalan. Hanya sekadar salaman dan tos sebelum berpisah ke rumah masing-masing? Atau membunyikan klakson sebelum berpisah rute?

Bukankah masih ada hari esok? Yang aku tahu hari esok pasti datang. Hari esok pasti akan datang walaupun kita tidak mengharapkannya.  Sayangnya yang baru aku sadari saat ini adalah, datangnya hari esok belum tentu bersama kalian. Walaupun aku mengharapkan kedatangan kalian.

“kalian tidak akan pernah memahami arti kehilangan sebelum kalian benar benar kehilangan.” Yes, sir! Now, I know that feel.. Satu persatu dari kalian kini menghilang. Pergi dengan alasan kesibukan, sibuk untuk mengejar impian dan cita masing-masing. Tanpa aku. Ya, tanpa aku di sela-sela kesibukan kalian.. Atau bahkan tanpa aku di masa depan kalian.

Aku hanya bisa berharap dari perpisahan ini menjadikan kami pribadi yang lebih baik lagi. Berpisah untuk membuang semua cacat dan kejelekan yang sama sama kami miliki. Berpisah untuk suatu tujuan yang mulia. Dan akan kembali bersama atas izinNya untuk membangun hari esok yang lebih baik.

berjanjilah padaku. perpisahan ini hanya akan menjadikan kita lebih baik, bukan sebaliknya. 


-bijak- 


Jumat, 08 Agustus 2014

Kisah elang kecil

Ini kisah tentang elang kecil
Tertatih tatih meniti takdir
Mencari arti akan jati diri
Membuka mata melihat semesta

Dimulai dari perjuangannya ke dunia
Memecah cangkang telur
Pembatas antara hidup dan mati
Memilih untuk tumbuh atau membusuk

Menghabiskan masa kecil di cemara
Di atas gunung tinggi di tepian jurang
Menggantungkan hidupnya pada sang induk
Menunggu sarapan yang entah itu akan datang atau tidak

Tumbuh besar seiring waktu
Elang muda kini harus meninggalkan sarangnya
Melebarkan sayap
Menentang angin

Keluar dari sarangnya yang hangat
Mengepakan sayap semampunya Tanpa tahu ia akan terbang
Atau hanya berakhir di dasar jurang

Namun elang tak boleh menjadi pengecut
Takdirnya adalah terbang di langit yang tinggi
Membelah cakrawala
Membentangkan sayap gagahnya

Elang kini berada diatas
Terbang bebas mengitari birunya langit
Menatap tajam mencari mangsa
Menukik tajam mencengkram buruannya
Menciptakan keseimbangan alam

Elang kini terbang tinggi
Namun tak selamanya elang akan terbang
Masih ada daratan yang harus elang pijak
Tak lantas merasa angkuh di atas sana

Terbayangkah jika elang menjadi pengecut?
Menyerah saat harus membuka cangkang
Takut saat harus melompat keluar dari sarang
Ragu saat harus menukik tajam

Terbayangkah jika elang menjadi sombong?
Terlalu angkuh untuk hinggap ke daratan
Merasa dirinya paling tinggi

Elang tidak pernah menyerah
Hingga elang bisa berada di atas
Elang bukan pengecut
Elang tidak pernah lupa diri
Mengerti kapan saatnya untuk rehat
Elang tidak arogan

Karena elang memiliki pribadi seekor elang

Senin, 14 Juli 2014

Jangan Pernah Hidup di Masa Lalu

Tidak ada salahnya mengingat kembali hal-hal yang pernah terjadi di masa lalu. Berkunjung kesana, merefleksikan kembali apa yang pernah dialami dahulu, masa lalu memang tempat yang indah untuk dikunjungi, namun bukan tempat untuk ditinggali. Sesuatu yang indah tak jarang mengundang air mata, terkadang mengingat hal yang lalu akan membawa kita pada perasaan tak menentu. Sesaat senang, setelahnya sakit turut diundang.

Manusia memang tidak luput dari kesalahan, dan bodohnya aku yang tidak pernah kapok untuk bertualang mengenang kembali masa lalu, yang selalu berujung pada sakit di hati. Membawa air mata, membuat aku lupa akan indahnya kenyataan saat ini, kembali kufur atas ketenangan yang aku miliki. Terlampau sering mengunjungi masa lalu, berjalan jalan disana, berusaha sekeras mungkin untuk tinggal disana.

Aku mungkin tipe orang yang tidak bisa diam di rumah. Pergi kesana kemari mungkin pilihan yang baik untuk orang sepertiku, memfokuskan pikiran pada hal yang aku temui di depan sana. Bertemu dengan hal-hal baru, belajar banyak dari sana. Kemudian pulang dengan membawa berbagai pertanyaan, untuk selanjutnya pergi kembali mencari jawaban tersebut.

Sangat terpaksa jika harus berdiam diri di rumah. Justru petaka yang terjadi, raga mungkin bungkam, namun pikiran melayang pergi, jauh menjelajah dimensi ruang dan waktu. Bertualang ke masa lalu, mengingat kembali hal-hal yang sebenarnya lebih baik jika tidak aku kenang. Dikala nostalgia berubah menjadi nostalgila, kebaikan dari mengenang masa lalu perlahan membawa air mata.

Jari-jari ini gatal menari di atas keyboard computer, mengklik sana-sini, membuka file-file dan aplikasi lama yang terlupakan oleh waktu. Tanpa sadar aku mengorek kembali kenangan lama, berawal dari keisengan belaka yang berbuntut perjalanan ke masa lalu.

Timeline. Garis yang senantiasa tersambung dalam perjalanan waktu. Sore itu aku kembali melirik laptop usang milikku, entah sudah berapa lama tidak aku gunakan. aku nyalakan dan kulihat layar desktopku, echofon. Aplikasi yang terasa asing belakangan ini. Setahun sudah tidak pernah aku sapa. Jari ini tanpa kuarahkan mengklik aplkasi tersebut, menjelajahi bagian home, mention, serta direct message.  Aku coba mencerna dengan saksama apa yang terdapat disana, satu persatu aku baca deretan sejarah yang sebenarnya masih hangat. Baru berumur satu setengah tahun.

Waktu memang berjalan bergitu cepat, tanpa pernah kita sadari. Tanpa pernah bisa kendalikan. Waktu berjalan, manusia berubah. Belum lama sebenarnya. Namun aku tidak tahu mengapa apa yang aku lihat ini terasa sangat asing. Serasa seperti bertemu dengan orang lain, diriku yang dulu. Bodoh! Untuk kasus ini aku merasa waktu berjalan sebagaimana mestinya, bahkan cenderung lambat. Namun keadaan berubah sangat jauh, banyak yang telah berubah.

Malang nian, tersandera masa lalu. Hal yang tidak lagi nyata, tidak lagi ada. Hanya ruang kosong yang menyajikan bayangan keindahan. Hanya sebatas bayangan. Tidak akan pernah lebih dari itu. Namun ego ini lebih memilih untuk tetap tinggal disana. Bukannya berhenti, aku justru semakin jauh menjelajah, terus menerus membaca apa yang ada disana, ke arah yang lebih lama, yang lebih asing. Menghidupkan kenangan yang telah mati. Aku seperti menggaruk luka, semakin lama semakin dalam. Memperburuk keadaan. Sebenarnya aku sadar betul apa yang aku lakukan, yang tidak aku sadari adalah bahwa aku harus berhenti dengan segera. Bukannya terus menerus menenggelamkan diri ke dalam sana.

Semakin lama perasaan ini semakin tidak menentu, kacau balau. Ketika aku membaca deretan kata-kata yang menggambarkan bagaimana keadaan waktu itu. Lucu dan seru, mungkin bisa sedikit menjelaskan apa yang terjadi. Tetapi yang tertancap di benak ini justru perasaan yang menyesakkan dada dan membuat mata berkaca-kaca. Bahwa betapa rindunya aku akan masa lalu, betapa inginnya aku untuk kembali kesana, mengulang apa yang pernah terjadi. Lebih bodohnya terbersit keinginan untuk memperbaiki yang telah berlalu. Sangat tidak mencerminkan diriku.

Sungguh ironis. Setiap manusia mengalami tiga fase, masa lalu, masa kini, dan masa depan. Deretan kejadian yang telah dialami seseorang akan menjadi masa lalunya. Apa yang sedang diperjuangkan saat ini adalah masa kini. Dan apa yang akan terjadi nanti merupakan masa depannya. Manusia hidup di masa kini seraya mempersiapkan diri untuk masa depan, masa lalu ada untuk dijadikan pelajaran bagi mereka yang mengerti.

Manusia mungkin bisa hidup hanya di masa kini atau masa depan saja. berjalan tanpa arah, tanpa perencanaan ke depan adalah cirri manusia yang hanya hidup di masa kini, seluruhnya spontanitas. Manusia yang hanya hidup di masa depan adalah manusia yang terus menerus menghayalkan akan menjadi apa di masa depannya kelak, namun tidak melakukan apapun di masa kini. Hanya seorang penghayal, tanpa tindakan.

Masa lalu mungkin indah, mungkin nyaman, mungkin berharga. Tetapi masa lalu bukanlah tempat untuk ditinggali. Karena manusia tidak akan benar benar hidup jika masih terbelenggu oleh masa lalu.
            
             Aku sangat mengerti itu semua. Namun yang membuatku tidak habis pikir ialah mengapa aku masih bisa terus menerus seperti ini. Tersesat dalam ingatan masa lalu, terlalu sering dan terlalu lama menengok ke belakang. Terlalu menikmati sesuatu yang semu. Tanpa pernah bisa aku mencegahnya.

Selasa, 08 Juli 2014

Pemimpin Bangsa Ini

Mungkin kalimat ini sering keluar dari mulut kita, “ah, siapapun presidnenya tidak akan berpengaruh buat kita.”

Yang memperburuk keadaan adalah diamnya orang baik dan acuhnya masyarakat terhadap politik. Sehingga yang menguasai elit-elit jabatan di negeri ini adalah orang-orang munafik dan curang. Sedih rasanya mendengar sikap tak pedulinya masyarakat tentang nasib bangsa lima tahun ke depan. Terlebih lagi bagi mereka yang menganggap remeh masalah lima tahunan ini.

“toh, kalau jelek lima tahun lagi masih bisa diganti”. Apakah akan semudah itu? Apakah harus menunggu selama itu untuk memperbaiki indonesia? Pikirkanlah berapa banyak kerusakan yang akan ditimbulkan mereka selama lima tahun mendatang. Hutang yang harus bangsa ini tanggung bersama, dajjal-dajjal kecil yang kian melebarkan sayapnya menggerogoti kayaan negeri ini.

Bagi kita yang mampu mungkin pemilu bukanlah hal yang penting. Namun bayangkanlah nasib rakyat kecil, mereka yang tidak memiliki daya upaya, yang hanya bisa mengandalkan pemerintah dan tuhan. Arah bangsa ini terletak dikeputusan para elitnya. Kebijakan yang dibuat, kerja sama yang dijalin, hutang yang dihasilkan, dan banyak hal lainnya. Lalu masihkah kita menganggap remeh hal ini dan mengacuhkannya?

Negeri ini sudah cukup mendengar kekayaan alamnya diambil dan dinikmati pihak asing. Lantas mengapa masih memilih pemimpin yang menjadi boneka asing.

Negeri ini sudah banyak kehilangan harkat dan martabat. Lantas mengapa masih memilih pemimpin yang tak punya harga diri dimata asing.

Negeri ini sudah terlalu banyak dikuasai oleh orang-orang korup. Lantas mengapa masih memilih pemimpin yang korup.

Negeri ini sudah terlalu sering dikhianati. Lantas mengapa masih memilih pemimpin yang tidak amanah.

Negeri ini sudah bosan dibohongi. Lantas mengapa masih memilih pemimpin yang tidak jujur.

Pemilu kali ini tidak akan banyak berarti bagi kita, namun berarti banyak bagi negeri ini. Satu suara yang kita berikan akan menentukan siapa yang akan menduduki pucuk kepemimpinan. Pemimpin yang amanah atau yang pengkhianat.

Satu hal yang aku pelajari: “Memilih pemimpin itu seperti memeluk agama. Tidak semua orang diberikan hidayah untuk sadar mana yang terbaik. Padahal sangat jelas fakta disekitar kita mana yang terbaik dan mana yang munafik.”