Ini kisah tentang elang kecil
Tertatih tatih meniti takdir
Mencari arti akan jati diri
Membuka mata melihat semesta
Dimulai dari perjuangannya ke dunia
Memecah cangkang telur
Pembatas antara hidup dan mati
Memilih untuk tumbuh atau membusuk
Menghabiskan masa kecil di cemara
Di atas gunung tinggi di tepian jurang
Menggantungkan hidupnya pada sang induk
Menunggu sarapan yang entah itu akan datang atau tidak
Tumbuh besar seiring waktu
Elang muda kini harus meninggalkan sarangnya
Melebarkan sayap
Menentang angin
Keluar dari sarangnya yang hangat
Mengepakan sayap semampunya Tanpa tahu ia akan terbang
Atau hanya berakhir di dasar jurang
Namun elang tak boleh menjadi pengecut
Takdirnya adalah terbang di langit yang tinggi
Membelah cakrawala
Membentangkan sayap gagahnya
Elang kini berada diatas
Terbang bebas mengitari birunya langit
Menatap tajam mencari mangsa
Menukik tajam mencengkram buruannya
Menciptakan keseimbangan alam
Elang kini terbang tinggi
Namun tak selamanya elang akan terbang
Masih ada daratan yang harus elang pijak
Tak lantas merasa angkuh di atas sana
Terbayangkah jika elang menjadi pengecut?
Menyerah saat harus membuka cangkang
Takut saat harus melompat keluar dari sarang
Ragu saat harus menukik tajam
Terbayangkah jika elang menjadi sombong?
Terlalu angkuh untuk hinggap ke daratan
Merasa dirinya paling tinggi
Elang tidak pernah menyerah
Hingga elang bisa berada di atas
Elang bukan pengecut
Elang tidak pernah lupa diri
Mengerti kapan saatnya untuk rehat
Elang tidak arogan
Karena elang memiliki pribadi seekor elang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar