jelaskan mengapa tuhan menciptakan
mata
telinga
lidah
hidung
kulit
tangan
kaki
otak
hati?
apa yang aku tahu hanyalah..
mata diciptakan untuk melihat
telinga diciptakan untuk mendengar
lidah diciptakan untuk merasakan
hidung diciptakan untuk mencium aroma
kulit diciptakan untuk meraba
tangan? tentu saja untuk menggenggam
kaki? apa yang kau gunakan untuk berjalan, itulah fungsi kaki
otak? berpikirlah. karena itu adalah fungsi otakmu
hati? inilah yang unik.. kalian tidak tau bentuknya, kalian bingung pula akan fungsinya.
pernahkah kalian terjatuh kemudian berdarah? apa yang kalian rasakan? tentu saja sakit.
lalu pernahkah kalian dihardik? atau sekedar dihina oleh seseorang?.. sakit bukan? padahal tubuh ini tak sedikitpun terluka, tak sedikitpun tergores...
namun ada rasa sakit yang bahkan terkadang mengganjal sehingga kita sulit unuk bernapas..
lalu pernahkah kalian mengalami ini?
menangis ketika menonton film?
sungguh mengapa demikian? apakah film itu menyakiti kalian?
ada orang yang bertubuh kekar, namun perasaannya lemah..
dipukuli ia tahan, namun apabila dihina ia roboh
ada pula orang yang bertubuh lemah, namun hatinya perkasa
dihajar ia ambruk, namun tak ciut ketika dirinya diancam.
"sesungguhnya di dalam tubuh manusia itu terdapat segumpal darah. apabila darah itu bersih maka bersihlah seluruh perbuatannya. dan apabila darah itu kotor maka kotorlah seluruh perbuatannya"
darah itu ialah hati..
Senin, 09 Desember 2013
Sabtu, 16 November 2013
Apa Arti Umur Bagimu?
deretan angka yang senantiasa bertambah setiap tahunnya?
atau sisa hidup yang kian berkurang setiap harinya?
tolak ukur kedewasaan seseorang?
atau angka pengingat individu agar segera mendewasakan dirinya?
acuan bahwa saya masih muda, atau saya sudah tua?
atau simbol kewaspadaan bahwa yang muda bisa mati lebih dulu dan yang tua sudah pasti makin mendekat pada kematian?
renungkan lah..
atau sisa hidup yang kian berkurang setiap harinya?
tolak ukur kedewasaan seseorang?
atau angka pengingat individu agar segera mendewasakan dirinya?
acuan bahwa saya masih muda, atau saya sudah tua?
atau simbol kewaspadaan bahwa yang muda bisa mati lebih dulu dan yang tua sudah pasti makin mendekat pada kematian?
renungkan lah..
Jumat, 05 Juli 2013
hikmah dibalik kenaikan harga BBM
Pemerintah melalui para menteri
menterinya pada rabu malam 20-06-2013 lalu telah mengumumkan penaikan harga
bahan bakar minyak, yaitu premium dari
harga Rp.4500 menjadi Rp.6000 dan solar dari Rp. 4500 menjadi Rp. 5500
Bersiap siap ya kita, merogoh kocek lebih dalam untuk permasalahan yang
satu ini. Terlebih saat ini mendekati
bulan suci Ramadhan, dimana seperti yang sudah sudah harga sembako mulai
merangkak naik.
Wow :o pernah kepikiran gak? Gimana susahnya orang tua kita?
Warga Indonesia yang hidup dengan ekonomi mengah kebawah? Kasihan ya..
Tapi coba kita cermati lebih
positif, penaikan harga bbm ini
merupakan bukti nyata pemerintah mengambil langkah praktis untuk mengurus
jebolnya APBN? Benar
Pemerintah kurang cermat menyusun
APBN sehingga hal ini harus terjadi? Benar juga
Indonesia belum mampu memproduksi bbm sendiri padahal
indonesia memiliki cadangan minyak yang melimpah di perutnya? Benar juga..
Jika melihat negatifnya tentu tidak
akan ada habisnya kejelekan Negara kita ini..
Lalu dimana positifnya?
Coba kita pikir baik baik.. penaikan
harga bbm diklaim oleh pemerintah dapat menghemat APBN hingga mencapai tiga
ratus trilyun rupiah setiap tahunnya. Jumlah yang luar biasa besar bukan?
Dengan tambahan dana segar senilai
tiga ratus trilyun ini tentunya pemerintah punya spot-spot baru untuk di
korupsi *ehh..
Praduga tak bersalah, coba positif thinking.. dengan banyaknya dana
ini tentu Negara yang masih berkembang ini bias mengalokasikan dananya ke hal
hal yang lebih bijaksana. Kita gencarkan pembangunan, perbaiki sarana dan
prasarana khalayak publik, yang tentunya akan member manfaat kepada kita juga.
Alokasi dana kesehatan akan
bertambah.. kesehatan masyarakat pun meningkat.
Kesehatan yang meningkat memacu
produktivitas yang berkembang.
Alokasi dana untuk membuka lapangan
pekerjaan pun bisa diperluas, hal ini sejalan dengan produktivitas warganya
yang berkembang.
Kesehatan meningkat, tenaga kerja
meningkat, lapangan pekerjaan meluas, roda perekonomian pun mudah mudahan turut
tumbuh.. sarana dan prasarana publik pasti lebih layak.
Itu mungkin sebagian kecil harapan
saya terhdap penaikan harga bbm..
Semoga bangsa ini bisa semakin
dewasa dalam mengambil keputusan
Jumat, 07 Juni 2013
Keutamaan Silaturrahim
Ada kejadian menarik
yang membuka hati saya ketika musibah menerpa keluarga saya. Seharusnya pukul
11.30 malam keluarga saya ( abi, umi, safira, dan zaidan ) seharusnya sudah
mendarat di soekarno hatta. Tetapi hingga pukul 03.00 dini hari. Mereka belum
juga sampai dirumah..
Ternyata musibah
menimpa mereka. Perjalanan dari prabumulih – Palembang yang biasanya hanya
butuh dua jam perjalanan terpaksa ditempuh selama lima jam karena macet parah.
Take off pesawat
pukul 10.30 malam pun sudah pasti terlewat. Hanguslah empat tiket pesawat
seharga Rp.2.500.000 akibat insiden tersebut. Terpaksa mereka menginap di hotel
sekitar bandara untuk penerbangan esok paginya.
Jika dihitung secara
matematis pastilah mereka rugi besar. Dan lebih rugi lagi apabila tetap
melanjutkan perjalanan. Karena otomatis harus membeli tiket perjalanan lagi,
menyewa hotel, biaya makan dan sebagainya. Sudah tentu memerlukan biaya yang
besar.
Lalu? Mengapa harus
memaksakan demikian? Pentingkah tujuan mereka? Bukankah hanya sekedar untuk
menengok saya dan kakak saya? Sepele mungkin.. terlalu besar kerugian yang di
derita jika dihitung oleh kaca mata matematis.
Lalu untuk apa?.....
Silaturahim ..
Jawaban singkat yang
memutus segala pertanyaan pertanyaan yang membentang dibelakangnya.
Silaturahim adalah
kewajiban semua muslim.. sejauh apapun jarak terbentang, sesulit apapun aral
yang melintang, memisahkan kedua saudara seiman. Silaturrahim harus tetap
dijalin.
(Silaturrahim artinya
adalah menyambung tali persaudaraan kepada kerabat yang memiliki hubungan nasab)
Mengertilah kita,
mengapa pada hari raya ribuan saudara seiman kita bersusah payah melakukan “mudik”
ke kampung halaman yang jauh disana. Melambungnya harga tiket angkutan masal,
macetnya jalanan selama waktu mudik, kondisi panas terik matahari, dinginnya
malam dan hujan. Bukanlah halangan bagi mereka yang bersedia menyambung tali silaturrahim..
“barang siapa yang
senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung
silaturahim” (HR bukhari).”
Sungguh indah
persahabatan umat muslim itu apa bila tali silaturrahim tetap terjaga.
Semestinya tidak ada
lagi kasus-kasus tetangga kelaparan disebelah rumah kita, pemuda yang
menganggur begitu lama, seorang manula yang meninggal sendiri dirumahnya tanpa
ada yang mengetahui. Dan banyak lagi kejadian mengharukan akibat tali
silaturahmi yang terjaga.
Kita lihat Negara Negara
di dunia bisa hidup damai berdampingan oleh karena terjalinnya satu kata yaitu “silaturrahim”
dari tiap tiap petinggi negaranya..
“barang siapa yang beriman kepada Allah dan
hari akhir, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahim” (HR. bukhari)
Banyak sekali bentuk
silaturahim yang bias kita jalin dengan sesama muslim..
Diantaranya:
- Berziarah
- Tersenyum
- Memberi hadiah
- Memberi nafkah
Jangan putuskan tali
silaturahim apabila kita tidak ingin mendapatkan murkaNya.
Tidak akan masuk surga
seseorang yang memutuskan silaturrahim. Nabi shallallahu ‘alaihu wa sallam
bersabda “tidaklah masuk surga orang yang memutus tali silaturahim” (HR
bukhari)
Siksaan dunia dan
akhirat kelak sudah pasti kita terima. Sebagai mana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam, “tidak ada dosa yang lebih cepat siksaannya di dunia bagi pelakunya,
juga diperlambat siksaannya di akhirat kelak dari pada orang zhalim dan memutus
hubungan silaturahim.
So.. Gimana? Masihkah
kita acuh pada sanak saudara kita? Menelantarkan mereka, membiarkan mereka
terpisah dari kita tanpa kita ketahui kabarnya? .. sekalipun tidak jika kita
belum siap merasakan neraka.
Jadi, mulailah dari
sekarang menjalin silaturrahim. Datangilah orang tuamu, peluk mereka, cium
keningnya, genggam tangannya. Entah sampai kapan kalian masih bias melakukan
itu.
Kadang kita lupa. Terlalu
sibuk untuk tumbuh menjadi dewasa, sehingga tak sadar orang tua kita dirumah
pun semakin menua. Apabila sudah tiba waktunya? Hanya sesal seumur hidup yang bias
dirasa oleh kita. Karena apa? Selama hidup ini tak pernah ingat akan
silaturrahim..
Jadilah muslim
seutuhnya,
Hiduplah dengan
kebanggaan atas seorang khalifah dimuka bumi.
Salam hangat
silaturrahim :)
Ahmad Izzudin
Rabu, 05 Juni 2013
kewajiban menuntut ilmu
hai :)
udah lama ga posting-_- padahal baru 4 kali posting. tapi udah seret ide aja .__.
hari ini libur, sebenernya udah ada jadwal buat futsal, latihan senam buat kelas, sama jemput bonyok ke bandara. tapi berhubung males-__- mendingan refreshing pikiran dulu.
jadi seorangPelajar ituu.....
seru ya :D
jadwal padet.masuk jam 6.30 pulang jam 4.00 pulang sekolah langsung bimbel. sampe rumah isya, bahkan kadang jam 9.00 setiap hari ada pr :O
kalo diurain kaya begini emang keliatanannya mumet banget ya?.-. bikin stress dan sebagainya.
this is the reason why............. many teenager are lazy to school.
tapii..walau bagaimanapun, sebagai pelajar. kewajiban kita adalah belajar.
seseorang baru dapat dikatakan pelajar apabila sebagian besar waktunya dihabiskan untuk belajar.
pendidikan adalah hal yang mutlak dibutuhkan. belajar adalah kewajiban setiap muslim maupun muslimah.
banyak ayat dan hadits yang menyatakan tentang kewajiban kita untuk menuntut ilmu
seperti:
Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslimin dan muslimat
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmupengetahuan beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11)
udah lama ga posting-_- padahal baru 4 kali posting. tapi udah seret ide aja .__.
hari ini libur, sebenernya udah ada jadwal buat futsal, latihan
jadi seorang
seru ya :D
jadwal padet.masuk jam 6.30 pulang jam 4.00 pulang sekolah langsung bimbel. sampe rumah isya, bahkan kadang jam 9.00 setiap hari ada pr :O
kalo diurain kaya begini emang keliatanannya mumet banget ya?.-. bikin stress dan sebagainya.
this is the reason why............. many teenager are lazy to school.
tapii..walau bagaimanapun, sebagai pelajar. kewajiban kita adalah belajar.
seseorang baru dapat dikatakan pelajar apabila sebagian besar waktunya dihabiskan untuk belajar.
pendidikan adalah hal yang mutlak dibutuhkan. belajar adalah kewajiban setiap muslim maupun muslimah.
banyak ayat dan hadits yang menyatakan tentang kewajiban kita untuk menuntut ilmu
seperti:
اُطْلُبُوْاالْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ اِلَى اللَّحْدِ
Artinya: “Tuntutlah ilmu mulai dari buaian sampai liang lahat.”
طَلَبُ اْلعِلْمَ فَرِيْضِةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ
Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslimin dan muslimat
يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmupengetahuan beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11)
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اُطْلُبُوْاالْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنَ فَاِنَّ طَلَبَ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ اِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَضَعُ اَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًابِمَا يَطْلُبُ
Artinya: “Tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka kepada para penuntut ilmu karena senang (rela) dengan yang ia tuntut. (H.R. Ibnu Abdil Bar).
مَنْ اَرَادَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَالاَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالَعِلْمِ
Artinya: “Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia maka dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat maka dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki keduanya (kehidupan dunia dan akhirat) maka dengan ilmu.”
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا اِلَى الْجَنَّةِ ـ رواه مسلم
Artinya: “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).
hadits dan ayat berikut hanyalah beberapa contoh seruan untuk menuntut ilmu. oleh karena itu, masih pantaskah kita menutup telinga, mengunci mulut, memejamkan mata, mendustakan hati pada seruan seruan Allah dan rasulnya?
ada suatu pepatah mengatakan, apabila kita siap bermalasan untuk menuntut ilmu, maka kita telah seiap untuk kebodohan dan kesusahan seumur hidup kita.
hidup adalah persaingan, sudah fitrah manusia sejak ia lahir sampai mati untuk bersaing dengan satu sama lain.
"ingatlah. saat kita bermalas malasan, ribuan pesaing kita sedang giat giatnya belajar"
semoga bisa menjadi refleksi :)
salam..
Selasa, 21 Mei 2013
sweet seventeen.. are you sure?
Post terakhir saya menulis judul “ happy sweet 17 ”
Sebenernya pada tau gak sih awal mula kenapa ada sweet 17
ini?.-. (serius nanya). Kali ini saya bukan ingin menjelasakan asal muasal
istilah sweet 17. Karena saya sendiri pun belum pernah menemukan artikel
tentang hal tersebut.
Menurut pengamatan saya *eaa gaya pengamatan* -_-
berdasarkan arti dari kata sweet seventeen itu sendiri. Sweet= manis. seventeen=
tujuh belas. Jadi tujuh belas tahun yang manis. Maksudnya ituuuu… umur tujuh
belas tahun yang manis. Bingungkan? Sama-____-
Kalo di perundang undangan. Seorang dinyatakan telah dewasa
(gak setuju sebenernya) pada umur 17 tahun. Dan telah dapat menjalankan hak dan
kewajibannya sebagai warga Negara. Mulai dari hak memilih, hak menyatakan
pendapat, hak menikah, memiliki kartu tanda penduduk, dan sebagainya.
Kebanyakan orang beranggapan bahwa umur tujuh belas itu
adalah masa masa paling menyenangkan dalam hidupnya. Believe it or not? Up to
you :) karena
sudah tidak lagi harus diatur orang tua. Bebas menentukan keinginannya. Boleh ikut
pemilu, sudah boleh menikah pula *wah wah* sudah memiliki hak sebagai seorang
individu seutuhnya. Tentunya harus diikuti oelh sikap kedewasaan mereka.
Buat saya sweet 17 itu ada benarnya juga. Karena sebagian
besar saya rasakan :) sampai hak hak tersebut membuat saya mengenali apa itu
birokrasi *tau gak?*
Sudah tujuh belas tahun berarti sudah boleh membuat sim,
sudah boleh membuka rekening tabungan,
sudah boleh membuat paspor pribadi,
sudah boleh membuat ktp.
Iya kan? :) *tengil*
Iya enak, tapi kalo harus ngurus itu semua sendiri gimana? Enak
gak? Ha ha ha -_- katanya sudah dewasa. Berarti harus mengurus segala
keperluannya sendiri. Gak boleh minta bantuan orang tua.
Dewasa coy! haha
Oke. Harus saya akui, birokrasi itu baik. Tapi sulit dan
melelahkan. Berkali kali izin sekolah dengan alasan buat KTP, mengurus paspor,
mau buka rekening bank, mau test buat sim. Cape gan *curhat*
Umur tujuh belas tahun itu indah..
indah sekali..
manis,
manis sekali.
Dan lelah,
lelah sekali..
jadi untuk kalian yang akan menginjak atau
sedang pada umur 17. Sudahkah kalian mengurus hal hal tersebut? Selamat :) dan yang telah berumur lebih dari 17 tahun.
Samakah yang saya alami dengan kalian? ._.
Jadilah pribadi yang menggunakan waktu dengan sebaik
baiknya. Karena ia tak akan pernah kembali.
Jadilah pribadi yang baik bagi diri sendiri dan orang lain,
apa lagi nusa dan bangsa.
Yang terakhir, sudah jadi belom KTPnya? :D diurus ya...
Salam :)
Happy sweet 17 muadz!! :D
ciee ulang tahun. ciee tujuh belas.
Tadi pagi ada moment makan makan di kelas, syukuran atas
ulang tahunnya muadz abudrahman. Teman sekelas di IPA A. seru ya, kalo setiap
ada yang ulang tahun, pasti ngadain syukuran. Meskipun gak seberapa, seperti
tadi muadz ngasih macaroni scootle, atau waktu itu bena bawa kue bolu, dan
najwa ngasih nasi kuning. Bahagia rasanya kalo kita saling berbagi. Menandakan rasa
syukur kita pada Allah sang pencipta :)
Intinya adalah bersyukur. Atas segala yang telah di capai
hingga umur ke 17 tahun ini. Saya sendiri sudah melewati ulang tahun ke-17 pada
November lalu (tua ya) ._.
Mengingat moment beberapa waktu lalu, juga moment yang saat
ini. Ada satu hal yang mengganjal dihati J
seperti yang kita ketahui, biasanya pada saat syukuran itu ada sesi doanya. Berdoa
pada Allah baik untuk yang sedang berulang tahun maupun yang hadir disana.
Sadar atau engga, sering kali kata kata berikut terucap:
“Di usia ke tujuh belas tahun ini berarti sudah dewasa, dan semoga semakin dewasa”
Kalau menurut saya pribadi, umur tujuh belas tahun itu belum
bias menjadi tolak ukur dewasa atau
tidaknya seseorang. Bukan umur yang mendewasakan seseorang. Karena tua itu adalah sebuah kepastian dan dewasa itu
merupakan pilihan.
Apakah kita sudah siap menjadi dewasa di umur ke-17 ini?
Jawabannya ada pada diri kita sendiri.
Banyak orang yang menginjak umur diatas 20 tahun, tetapi
masih memiliki pola pikir bagai anak-anak. Ambil contoh:
- Berapa banyak mahasiswa di Drop Out dari kampusnya karena absensinya jebol akibat terlalu rajin datang ke warnet?
- Berapa banyak anggota DPR mangkir pada saat rapat?
- Berapa banyak pengendara sepeda motor berkeliaran di jalan raya tanpa helm?
- Berapa banyak orang yang asyik berbagi asap rokok, padahal di depan matanya terpampang pringatan larangan untuk merokok?
- berapa banyak kesalahan kesalahan bodoh bagai pemikiran anak kecil yang dilakukan oleh orang dewasa?
Disinilah kita, seberapa tua usia kita. Apa bila tak belajar
untuk berpikir dewasa maka selamanya kita akan tetap seperti sekarang. Tidak berubah
ke arah yang lebih baik.
Belajarlah dewasa..
Dewasa untuk berpikir mana yang baik dan
mana yang buruk.
Dewasa untuk berani bertindak karena benar dan takut karena
salah.
Dewasa untuk menghargai orang lain. Dewasa untuk membimbing diri
sendiri.
*happy birthday muadz abdurahman. Hopefully you’ll grown up
and be a good people. Amin.
Senin, 20 Mei 2013
Tingkat keseriusan belajar terhadap harapan orang tua
Pernah mikirin gak, tingkat keseriusan belajar kita
terhadap harapan orang tua?
Disinilah kata kuncinya. Usaha. Sudahkah saya berusaha selama ini? Sudahkah saya besungguh sungguh selama ini? Malu rasanya, besar harapan mereka pada saya, tapi sedikitpun usaha belum saya lakukan.
Mungkin kebanyakan orang gak penah mikirin ini. Ngapain juga
ya dipikirin? Belajar ya belajar-_- harapan orang tua ya harapan mereka. Toh kita
yang jalanin, kita juga yang nikmatin. Mereka cuma sekedar berharap.
Tapi kali ini situasinya beda. Beberapa waktu lalu (2 tahun
ke belakang) saya pernah ngobrol sama abi (re:ayah) tentang ngelanjutin kuliah
di luar negeri (tujuannya jerman). Besar harapan abi salah satu anaknya bisa
mengenyam pendidikan diluar negeri, khususnya jerman.
Sewaktu muda dulu abi juga pernah punya keinginan untuk
kuliah keluar sana. Tapi berhubung orang tuanya ga punya biaya untuk yang satu
ini, abi harus mengubur keinginannya. Fyi buat kuliah aja abi harus cari
beasiswa atau perguruan yang ga memungut biaya. Nah atas dasar itu, abi mau
anak anaknya bisa kuliah ke luar negeri. Biaya pun sebisa mungkin abi siapin
untuk anak anaknya.
Ada rumah kontrakan gak jauh dari rumah, kalo diuangkan
kira kira 130 jeti ._. itulah kunci harta karun abi untuk menerbangkan buah
hatinya ke luar negeri. Karena untuk kuliah diluar sana paling ga butuh banyak
biaya. Baik beasiswa maupun mandiri.
Saya pernah mendatangi sebuah program kuliah luar negeri
yang dikelola oleh event organizer (merk ga usah sebut ya). EO itu menjual jasa
bimbingan untuk calon mahasiswa yang berminat untuk kuliah di luar negeri,
khususnya Australia, jerman, prancis dan inggris. Mereka (EO) membimbing para
calon maba itu mulai dari persiapan bahasa, translate ijasah-dsb, tempat
tinggal, sampai bimbingan untuk test di universitas diluar sana.
Kalo dihitung secara kasar, kira kira ikut program itu
habis sekitar 70 jeti. Belum termasuk biaya hidup disana. Well, apapun butuh
biaya kan? Biar beasiswa sekalipun. Ga ada yang free 100%
Balik ke masalah utama (emang masalahnya apaan?) buat
saya dan abi tentunya masalah biaya sedikit banyak sudah bisa diatasi. Tapi disini
batin saya mulai berkecamuk.
Tadi sore, abi telfon dari Palembang. Seperti biasa
nanyain kabar, kegiatan dan sebagainya. Sampai beliau berkata, “kamu jadi ga ke
jerman? Cobalah kamu cari lagi program program lain buat kuliah ke jerman”.
Dari sini saya mulai tersadar, selama ini kemana aja? Ngapain
aja?
Kalau untuk masalah administrasi, diurus sebentar mungkin
selesai. Berangkatlah saya ke jerman. Tapi gimana dengan otak? .__. Mumpuni gak?
Bisa gak saya mengimbangi pelajaran disana? Sementara saya masih harus belajar
memahami bahasa mereka. Saya percaya otak manusia itu semuanya sama. Semuanya berkemampuan
untuk melakukan apa yang dapat dilakukan orang lain, kemampuan albert Einstein sekalipun.
Asal mereka mau berusaha.
Disinilah kata kuncinya. Usaha. Sudahkah saya berusaha selama ini? Sudahkah saya besungguh sungguh selama ini? Malu rasanya, besar harapan mereka pada saya, tapi sedikitpun usaha belum saya lakukan.
Banyak orang berkeinginan, bercita cita, bermimpi
mengenyam pendidikan diluar negeri. Namun ditentang oleh orang tua mereka. Lalu
bagaimana dengan saya? Dukungan penuh dari orang tua. Tapi belum selangkahpun
saya bersiap.
Terwujudnya harapan orang tua itu tergantung tingginya
usaha anak dan seberapa besar mereka ingin mewujudkannya. Memang untuk kasus
ini kita lah yang berperan penuh. Kita yang berusaha, kita pula yang akan
menikmatinya. Meskipun harapan ini awalnya pada orang tua. Meskipun kadang kita
sulit memahami, sulit untuk mewujudkannya.
Tetapi salahkah? Mewujudkan harapan mereka?
Saya yakin semua harapan orang tua pada anak mereka pasti baik.
Saya yakin semua harapan orang tua pada anak mereka pasti baik.
Bukankah membahagiakan mereka adalah kewajiban kita?
Pahala bagi kita. Dan jalan kita menuju surga :)
Prolog
Assalamualaikum wr. wb.
Saya Ahmad izzudin :)
Dan ini adalah blog kesekian yang pernah saya miliki. namun karena satu dan lain hal, blog blog terdahulu saya tidak bisa digunakan atau bahkan ditemukan kembali. entah karena dihack atau jarang ditulis (╥_╥)
bismillah, I tried to start writing again (•_•)9
biar bagaimanapun memulai itu mudah, yang sulit adalah mempertahankan apa yang telah kita mulai. sama seperti menulis, sudah sering kali keinginan ini muncul untuk kembali menulis. tetapi tetap saja rasa malas dan sikap yang tidak konsisten mengubur semuanya.
yah.. biarpun ada banyak dorong dari sana-sini.
sedih kadang, kalo inget inget respon follower blog yang nanya mana lagi postingannya, atau kok gak nulis lagi? bahkan sekarang pun blog kesayangan sudah dihack . karma mungkin, blog yang dulu sering di cuekin. memang, sesuatu itu akan terasa berharga kalo kita udah kehilangannya.
well, doakan saya untuk konsisten dalam menulis di sudut terpencil jendela browser anda. semoga keinginan saya untuk berbagi pemikiran pemikiran baik tetap terlaksana :)
see you.
Saya Ahmad izzudin :)
Dan ini adalah blog kesekian yang pernah saya miliki. namun karena satu dan lain hal, blog blog terdahulu saya tidak bisa digunakan atau bahkan ditemukan kembali. entah karena di
bismillah, I tried to start writing again (•_•)9
biar bagaimanapun memulai itu mudah, yang sulit adalah mempertahankan apa yang telah kita mulai. sama seperti menulis, sudah sering kali keinginan ini muncul untuk kembali menulis. tetapi tetap saja rasa malas dan sikap yang tidak konsisten mengubur semuanya.
yah.. biarpun ada banyak dorong dari sana-sini.
sedih kadang, kalo inget inget respon follower blog yang nanya mana lagi postingannya, atau kok gak nulis lagi? bahkan sekarang pun blog kesayangan sudah di
well, doakan saya untuk konsisten dalam menulis di sudut terpencil jendela browser anda. semoga keinginan saya untuk berbagi pemikiran pemikiran baik tetap terlaksana :)
see you.
Langganan:
Komentar (Atom)