![]() |
| suguhan sang fajar |
Salah
satu hobi baruku (Hobi lama yang kini kian berkembang) adalah mendaki
gunung. Agak janggal mungkin, blog yang mengatas namakan catatan
petualangan tetapi tidak pernah ada tulisan mengenai petualangan itu sendiri
(petualangan dalam arti sempit). Mungkin ke depannya aku akan mencoba
menceritakan lebih banyak mengenai petualangan-petualanganku dalam hal mendaki
gunung.
| papandayan, awal mula petualanganku |
kecintaanku
akan gunung sebenarnya sudah tumbuh sejak kecil, bermula dari papandayan,
gunung yang pertama aku jamah saat itu. terjun langsung ke alam liar, tanpa
listrik tanpa alat elektronik sama sekali. yang tadinya biasa pulang pergi
sekolah cukup naik dan turun dari mobil, terbiasa dengan cuaca panas nan
membakar khas daerah perkotaan (Depok panas saudara-saudara. Haha).
Saat
itu harus merasakan berjalan kaki sendiri, menanjak terjal dan curamnya tebing
yang bukan tandinganku sama sekali, mengingat saat itu aku hanyal bocah ingusan
dengan pengalaman kosong di dalamnya. Tetapi dari sanalah kecintaanku mulai
tumbuh.
Mungkin
dibandingkan dengan kakaku, aku terlogong orang yang terlambat terjun dan berkecimpung
dalam hal dakian daki-mendaki. Jika kakakku
sudah sejak duduk dibangku SMA mulai menjalani kegiatan mendaki gunung,
bergabung dengan komunitas pecinta alam di sekolahnya. Berbeda denganku.
Papandayan
hanya satu kesempatan kecilku saat itu, ditambah hiking-hiking ringan digunung
gede, gunung kujang, dan beberapa bukit semasa smp dahulu. Namun tidak seserius
melengkahkan kaki dengan peralatan lengkap seperti yang seharusnya.
Carrier
pertamaku sebenarnya sudah aku dapatkan sejak SD dulu, selepas gunung pertama
yang berhasil kujajaki. Namun, carrier itu tersimpan rapih dirumah dan baru
berhasil kusentuh saat berada di bangku kuliah. Dan hingga sampai tulisan ini
dibuatpun, masih cukup baik keadaannya. Carrier pink yang mencolok warnanya. Hehe,
seharusnya berwarna biru, saat dibelikan oleh abi. Untukku yang berwarna biru
dan untuk kakakku yang berwarna pink. Sayangnya, diambil alih oleh kekuasaan
mutlak seorang kakak terhadap adiknya. Alhasil, carrier pink inilah yang akrab
bersamaku mengunjungi gunung-gunung hingga saat ini. Tapi warna bukan masalah,
yang jelas kebutuhanku dapat ditunjang berkat carrier ini. Haha.
Hal
yang aku suka dari mendaki adalah, proses perjuangan serta ladang bagi kita
untuk merenung. Karena selama perjalanan itulah, semuanya diuji. Tidak ada
kesombongan sedikitpun yang bisa ditonjolkan selama disana. bahkan mencapai
titik terlemah fisik serta mental adalah hal yang biasa bagi sebagian besar
pendaki. Bagi kalian yang merasa terkadang suka sombong, patut dicoba untuk
mendaki gunung. Sebagai bahan pembelajaran untuk kita semua, bahwa memang
sejatinya manusia itu kecil dan lemah, kesombongan bukanlah haknya manusia.
![]() |
| puncak pertama, merbabu |
Selain
itupun, asrinya pemandangan yang tersuguh selama perjalanan adalah harga yang
sangat pantas bahkan berlebih untuk membayar keringat, pegal, serta lelah yang
terjadi. Pemandangan dari serpihan surga yang tidak dapat semua orang bisa
menikmatinya secara langsung. Tenggelam bersama atmosfirnya, keindahan ciptaan
Allah swt. sang Maha Pencipta keindahan.
Jika kalian kagum terhadap suatu foto pemandangan yang dibawa pulang oleh seorang pendaki, percayalah kalian akan jauhhh... lebih terkagum saat melihatnya dengan mata kepala kalian sendiri. Tanpa terhalang batas pandang dan frame yang memotong-motong keindahan tersebut. Sejauh mata memandang, sejauh cakrawala itu pula keindahan itu tersuguhkan untuk kalian.
![]() |
| keceriaan bersama mereka. |





Tidak ada komentar:
Posting Komentar