Senin, 16 November 2015

Jejak Langkah Petualang

suguhan sang fajar
Salah satu hobi baruku (Hobi lama yang kini kian berkembang) adalah mendaki gunung. Agak janggal mungkin, blog yang mengatas namakan catatan petualangan tetapi tidak pernah ada tulisan mengenai petualangan itu sendiri (petualangan dalam arti sempit). Mungkin ke depannya aku akan mencoba menceritakan lebih banyak mengenai petualangan-petualanganku dalam hal mendaki gunung. 
papandayan, awal mula petualanganku
       kecintaanku akan gunung sebenarnya sudah tumbuh sejak kecil, bermula dari papandayan, gunung yang pertama aku jamah saat itu. terjun langsung ke alam liar, tanpa listrik tanpa alat elektronik sama sekali. yang tadinya biasa pulang pergi sekolah cukup naik dan turun dari mobil, terbiasa dengan cuaca panas nan membakar khas daerah perkotaan (Depok panas saudara-saudara. Haha).

Saat itu harus merasakan berjalan kaki sendiri, menanjak terjal dan curamnya tebing yang bukan tandinganku sama sekali, mengingat saat itu aku hanyal bocah ingusan dengan pengalaman kosong di dalamnya. Tetapi dari sanalah kecintaanku mulai tumbuh.

Mungkin dibandingkan dengan kakaku, aku terlogong orang yang terlambat terjun dan berkecimpung dalam hal dakian daki-mendaki. Jika kakakku sudah sejak duduk dibangku SMA mulai menjalani kegiatan mendaki gunung, bergabung dengan komunitas pecinta alam di sekolahnya. Berbeda denganku.

Papandayan hanya satu kesempatan kecilku saat itu, ditambah hiking-hiking ringan digunung gede, gunung kujang, dan beberapa bukit semasa smp dahulu. Namun tidak seserius melengkahkan kaki dengan peralatan lengkap seperti yang seharusnya.

Carrier pertamaku sebenarnya sudah aku dapatkan sejak SD dulu, selepas gunung pertama yang berhasil kujajaki. Namun, carrier itu tersimpan rapih dirumah dan baru berhasil kusentuh saat berada di bangku kuliah. Dan hingga sampai tulisan ini dibuatpun, masih cukup baik keadaannya. Carrier pink yang mencolok warnanya. Hehe, seharusnya berwarna biru, saat dibelikan oleh abi. Untukku yang berwarna biru dan untuk kakakku yang berwarna pink. Sayangnya, diambil alih oleh kekuasaan mutlak seorang kakak terhadap adiknya. Alhasil, carrier pink inilah yang akrab bersamaku mengunjungi gunung-gunung hingga saat ini. Tapi warna bukan masalah, yang jelas kebutuhanku dapat ditunjang berkat carrier ini. Haha.

Hal yang aku suka dari mendaki adalah, proses perjuangan serta ladang bagi kita untuk merenung. Karena selama perjalanan itulah, semuanya diuji. Tidak ada kesombongan sedikitpun yang bisa ditonjolkan selama disana. bahkan mencapai titik terlemah fisik serta mental adalah hal yang biasa bagi sebagian besar pendaki. Bagi kalian yang merasa terkadang suka sombong, patut dicoba untuk mendaki gunung. Sebagai bahan pembelajaran untuk kita semua, bahwa memang sejatinya manusia itu kecil dan lemah, kesombongan bukanlah haknya manusia.
puncak pertama, merbabu

Selain itupun, asrinya pemandangan yang tersuguh selama perjalanan adalah harga yang sangat pantas bahkan berlebih untuk membayar keringat, pegal, serta lelah yang terjadi. Pemandangan dari serpihan surga yang tidak dapat semua orang bisa menikmatinya secara langsung. Tenggelam bersama atmosfirnya, keindahan ciptaan Allah swt. sang Maha Pencipta keindahan.

Jika kalian kagum terhadap suatu foto pemandangan yang dibawa pulang oleh seorang pendaki, percayalah kalian akan jauhhh... lebih terkagum saat melihatnya dengan mata kepala kalian sendiri. Tanpa terhalang batas pandang dan frame yang memotong-motong keindahan tersebut. Sejauh mata memandang, sejauh cakrawala itu pula keindahan itu tersuguhkan untuk kalian.

keceriaan bersama mereka. 



Tidak ada komentar: