Senin, 16 November 2015

Goresan Kecil Berarti Besar

Reisenotizen
Sadar atau tidak hidup dan kehidupan itu selalu berubah, bahkan perubahan itupun terjadi setiap saat tanpa kita sadari, minimal terlambat kita sadari. Dan sadar atau tidak sadar perubahan itu menuntun kita arah yang lebih baik. Sekecil apapun perubahan itu. Meskipun... tidak bisa disangkal banyak orang tidak menjadi lebih baik dari perubahan itu. Tetapi aku yakin pemahaman mereka selalu bertambah baik, hanya saja disutai atau tidak.

            Lambat laun kita akan sadar dan sedikit banyak merasa malu akan masa lalu kita. Padahal perilaku yang dahulupun, bisa dibilang merupakan sebuah tindak dari suatu gaya/kebanggaan kita. Ambil contoh dari tulisan-tulisanku yang sebelumnya, yang bahkan dengan tidak malunya pun aku posting kepada publik. Berharap banyak yang membacanya dan terlebih sepaham denganku.

            Namun sayangnya, kian hari jika aku buka lembaran postinganku yang lalu, selalu terdapat rasa malu dan aneh ketika melihatnya kembali. “kok bisa tulisan seperti ini keluar dari pemikiranku” (hahaha). Yah, bagaimanapun,itulah manusia. Selalu salah dan kemudian belajar dengan apa yang telah dilakukannya.

Sering kali terbersit dalam hati bahwa lebih baik aku hapuskan saja catatan-catatan alay-ku tempo dulu. Karena jauh, sudah sangat jauh perubahan yang aku alami hingga saat ini. Ingin rasanya menutup rapat-rapat kebodohan masa lalu, pengalaman masa lalu, yang mungkin memang terasa aneh apa bila dilihat kembali. Rasanya terlalu nyata apa yang aku baca.

Pada akhirnya, jatuh keputusanku untuk tidak mengubur mereka (catatan) dalam-dalam. Membiarkan mereka abadi di dalam blog ini, membiarkan mereka memberikan suguhan cerita yang berbeda setiap kali aku mengunjunginya. Karena meski pikiran dapat terlupa, tulisanlah yang akan selalu mengembalikan kenangannya. Memutar ulang serta memunculkan kembali ingatan-ingatan akan masa yang terlupa (atau bahkan mungkin dilupakan.

            Jika boleh jujurpun, tagline atau judul utama dari blog ini bahkan dari sebuah kreasi alay tempo dahulu. Saat-saat dimana aku masih kebingungan mencari sebuah nama yang “keren” atau  bisa menjual di mata orang-orang. Berbekal google dan pemahan minimalis tentang bahasa asing. Muncullah kata “Reisenotizen” yang hingga kini entah, benar atau tidaknya penulisan serta penempatan kata tersebut  (hehe). Semua adalah bagian dari masa lalu dan saksi bisu pendewasaan diri hingga sekarang ini.

            Aku memang orang senang berpetualang (baca: jalan-jalan) tidak peduli jauh atau dekat tujuannya. Lama atau sebentar waktunya, semua selalu aku posisikan sebagai sebuah petualangan. Dengan demikian akan timbul kepuasan tersendiri dari perjalanan tersebut. Itulah hal yang mendasari “Reisenotizen” lahir yang diambil dari bahasa jerman (entah benar atau tidak polanya).

Ya, catatan perjalanan. Dilengkapi dengan pemaknaan dibawahnya, catatan kecil seorang petualang. Karena aku sadar, kehidupan ini sangat penuh dengan petualangan. Bagi mereka yang senantiasa bergerak dan berhijrah, tanpa pernah mengenal kata lelah maupun menyerah. Mendapati dirinya selalu siap melangkahkan kaki, menempuh jalan yang baru demi sebuah pengalaman luar biasa lainnya.

Tetapi sayangnya aku sadar, semua hanya akan berlalu menjadi kenangan belaka. Yang mungkin akan terlupa sebagian besar bahkan keseluruhannya apabila tidak diabadikan sedikitpun. Dan sedikit adalah fakta/kenyataan terbesar kenangan yang dapat kita abadikan. Itulah mengapa hanya catatan kecil yang bisa aku torehkan disana.


Tidak ada komentar: