It’s been a long time bro.. masih mau begini aja? Gak mau usaha buat
nyari pengganti yang baru?
Sebelum aku menjawab pertanyaan
ini, aku ingin balik bertanya kepada kalian.
Seberapa pentingkah hal itu?
Apakah salah jika keadaan tetap seperti ini?
Aku tidak ingin memberikan banyak alasan ataupun penyangkalan terhadap
pertanyaan-pertanyaan tersebut. Karena akupun merasa memang tidak memiliki sebuah jawaban
yang pasti. namun, hal itu membuatku berpikir, keadaan apa yang menyebabkanku
menjadi demikian?
Apabila diingat-ingat lebih jauh mengenai hari-hariku..
Padatnya jadwal kuliah yang menyita waktu
agenda rapat organisasi yang anehnya ada saja setiap hari
kajian strategis mengenai isu-isu dan permasalahan yang bahkan belum
aku mengerti
pendalaman materi
kegiatan kegiatan lain yang silih berganti menghiasi jadwal mingguanku
bahkan rasanya aku sudah tidak mengenal apa itu hari libur lagi
Dari itu semua aku memahami satu hal, bahwa ketika aku merasa tidak
memiliki cukup waktu untuk melakukan aktifitasku, saat itulah aku merasa benar
benar hidup. Tidak ada waktu yang terbuang percuma dengan hal hal kosong yang
tidak berguna. Tenaga dari seorang pemuda yang menguap begitu saja tanpa hal
yang berarti. Dan sejujurnya, tidak sempat lagi terbersit pikiran tentang itu
atau hal bodoh lain dan sebagainya.
Disinilah zona nyamanku berada, zona yang nyaman dalam berbagai macam
tekanan. Zona yang senantiasa menuntutku untuk melakukan sesuatu yang lebih
dari apa yang biasa aku lakukan. Zona dimana proses pendewasaan diri terus
menerus dilakukan ke arah yang lebih baik. Zona dimana terus muncul berbagai
macam masalah yang membuatku semakin merasa hidup. Zona nyaman yang memaksaku
untuk keluar dari sana, menciptakan kenyamanan yang baru di dalam ketidak
nyamanan.
That's why I never thought about a relationship. Mataku baru terbuka,
mengapa selama ini aku begitu sempit memandang suatu hal. Dunia bahkan tidak
kiamat ketika orang yang kalian cinta pergi meninggalkan kalian. Matahari
ternyata masih bersinar dengan gagahnya, senja masih tetap indah menyuguhkan
pemandangan cantiknya. Malampun demikian, tetap teduh menaungi anak anak
manusia yang terlelap dalam tidurnya. Tidak ada satupun sunnatullah yang
berubah.
Hanya saja kita yang tidak terbiasa dengan kepergiannya. Bahkan saat
dipikir-pikir, kepergian itu merupakan hal yang terbaik yang pernah terjadi.
Aku jadi memahami bahwa selama ini aku menjalani hubungan dengan orang yang
salah. dengan omong kosongnya yang selalu dia bawa. Bahwa pengorbanan dan
apapun yang telah aku berikan tidak dihargai olehnya. Dan tentunya, ada orang
lain nantinya yang lebih pantas untuk mendapatkan hal itu. Kesalahan dimasa
lalu seharusnya menjadi pelajaran yang teramat berharga. Betapa pengorbanan
serta tanggung jawab yang tidak pernah dihargai adalah salah satu bukti, bahwa
janjiku telah lunas.
Jadi apa jawabanku? Aku tidak
memiliki waktu untuk hal itu.
Bukan, bukannya aku menganggap hal itu tidaklah penting. Hanya saja
saat ini bukanlah waktu yang tepat.
Cobalah untuk berpikir apa yang sudah kita miliki sekarang ini? Untuk kehidupan
sehari-haripun masih menadahkan tangan pada orang tua, merasa malu lah bagi
mereka yang mebiayai hidup orang lain padahal dirinya sendiri masih meminta
minta.
Belajar adala tujuan utama pada jenjang kehidupan saat ini, berapa
banyak ilmu serta prestasi yang sudah kita ukir.. adalah pertanyaan yang
mengiringinya. Maksimalkan waktu yang ada saat ini untuk terus menerus menuntut
ilmu juga menggali potensi diri. Dan bagiku, semua ini sudah cukup menyita
waktu dan tenaga. Untuk apa ditambah dengan hal-hal yang berbau omong kosong
serta keabu-abuan.
Apa yang sudah kita lakukan pada umur yang kesekian ini. Lihatlah orang
lain diluaran sana. Hidupnya sudah sejahtera dengan bisnisnya yang semakin
berkembang pesat, ada pula yang sedang meniti kerajaan bisnisnya dengan susah
payah. Jangan lupakan mereka yang sedang sibuk sibuknya mempersiapkan diri
untuk perlombaan. atau ada pula yang mungkin saat ini sedang plesiran ke luar
negeri dan berdiri di podium podium kehormatan sebagai delegasi Indonesia untuk
forum internasional. Mereka mengharumkan nama bangsa ini berikut pribadinya.
Sementara kita, apa yang sudah kita lakukan?
Berangkat dari hal hal demikianlah aku tersadar, bahwa saat ini
bukanlah waktu yang tepat. Masih ada jutaan aktifitas yang harus dilakukan
untuk mengembangkan diri ini menjadi seorang yang lebih besar lagi, bijaksana
lagi. Biarlah aku menjalani apa yang sedang aku jalani. Fokus untuk menata
hidup yang lebih baik lagi. Karena ada berjuta hal yang lebih penting untuk
kulakukan sekarang ini ketimbang sekedar memikirkan omong kosong tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar