Problematika hidup memang beragam, tetapi sadarkah? Sebenarnya permasalahan manusia di dunia ini hanya itu itu saja selama puluhan abad? Hanya kondisi dan situasi masyarakatnya yang berbeda.
Filusuf yunani pernah berkata
" 80% bencana di dunia ini disebabkan karena hawa nafsu manusia. Hanya 20% saja yang merupakan bencana sebenarnya, seperti kelaparan, gempa, dan tsunami "
Aku pernah mengalami kondisi dimana manusia berubah menjadi "zombie" atau istilahnya "frankenstein" mayat hidup yang kosong jiwanya.
Terombang ambing antara hidup atau mati..
tidak ada gairah
tidak ada semangat
Beruntungnya masih ada iman yang melekat di hati.
Aku benar benar takut menjalani hidup, 3 tahun hidup yang biasa sendiri kini bertambah sepi. Orang yang senantiasa mendampingi justru menjadi sebab utama jiwaku mati. Hari hari yang sepi kini bertampah sepi.
Takut menjalani hidup. Keluarga jauh disana, teman tak ada waktu untuk berkumpul, sekolahpun sudah hampir usai, hanya berdiam diri di rumah, terkurung beban pikiran.
Aku benar benar takut untuk menjalani hidup, setiap pagi berpikir apa yang harus dilakukan hari ini. Mencari celah untuk menyibukan diri. Tetapi hampa.
Pernah sesekali berpikir untuk mati. Menyelesaikan kehidupan ini. Tapi beruntungnya iman masih melekat kuat di hati.
Aku takut menjalani hidup.
Tapi aku lebih takut mati tanpa iman. Mati dalam keadaan kafir. Mati dan bersiap disambut di neraka.
Manakah yang aku pilih? Keduanya memang menakutkan.
Akhirnya aku memutuskan untuk tetap hidup, meskipun harus hidup di dalam ketakutan.
Perlahan namun pasti, aku membangun kembali harapan harapan itu, merangkai kembali mimpi mimpi dahulu, mengukir kembali cerita hidup yang masih jauh dari sempurna.
Tiap malam aku terbangun, bercengkrama dengan sang Rabb, bersujud memohon ampunan dan bimbingan. Menangis dalam pangkuannya. Tiada yang lebih nikmat dari ini. Tiada yang lebih melegakan dari bercerita kepada Yang Maha Mendengar.
Perlahan lahan mataku terbuka, bahwa sesungguhnya penderitaanku tidak ada apa apanya.
Bahwa betapa kufurnya aku pada nikmatNya
Bahwa betapa tidak pandainya aku dalam bersyukur
Sungguh besar kuasa Allah
Yang Maha Pembolak balik hati
Kini harapanku bersinar kembali
Kini aku merasakan lonjakam gairah hidup
Kini aku merasakan kasih dariNya
Kini aku siap hidup kembali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar