Hampir habis masanya gue jadi anak SMA.. tinggal menghitung hari identitas sebagai
“anak sekolahan” ini melekat. And as you know, at third graduate, you will face
the examination. Of course, I don’t care what is the exam, ‘ujian sekolah’,
’ujian praktek’, ‘ujian madrasah’, ‘ujian NASIONAL’ and both of them.
Sebagai pelajar gue merasa gue merasa memiliki hubungan yang
baik baik saja dengan pelajaran. Gak pernah berurusan dengan ketinggalan
materi, gak paham, dan sebagainya, remedpun… hanya sesekali. Dan rentetan ujian
yang akan menyapa gue seakan biasa saja.. seakan udah siap *sombong* secara
selama ini gue bias melewati ujian demi ujian.
Menginjak kelas tiga, gue focus untuk hal yang lebih tinggi,
SBMPTN atau ujian masuk PTN. Level yang jauh diatas ujian nasional. Sudah mulai
bermimpi akan jadi apa esok hari.. langkah apa saja yang harus saya ambil.
Tapi … diluar dugaan. Hal bodoh (fatal) yang saya hadapi
adalah strategi yang premature! Tahap kedua (second step) gue siapin, tahap
pertama bahkan gue lupa. Kebanyakan berpikir “ah kalo sbm aja bias pasti un
bisa” konsep abu-abu. Ada benernya juga J
H-100 gue mulai tersadar untuk menyapa ujian nasional.
Paket-paket ujian gue lihat, nomor nomor awal terlihat sepele, tapi jawaban gak
kunjung gue temukan. Kacau! Kenapa yang begini aja gak bisa? Kemana aja tiga
tahun? Hari hari berikutnya pun gue lalui dengan mencoba menaklukan soal tahap
bawah seperti yang dulu gue sering anggap.
Stress, depresi, sudah keluar biaya untuk langkah kedua dan
seterusnya. Tapi malah terhambat dilangkah pertama. Berhari hari gue kehilangan
semangat sebagai pelajar. Gue akui sekolah gue memang ‘cuek’ terhadap nasib
muridnya. Sejak sekolah gratis yang menjadi alasan tindakan mereka yang
mengecewakan ini.
Gue sempet terpikir, bocoran (nyontek)! Bukankah itu hal
yang lumrah terjadi di setiap ujian nasional?.-. tapi gimana caranya? Dari sd
sampe smp gak pernah kenal yang namanya bocoran-___- ujian sd yang satu paket
aja gak bisa nyontek, smp 4 paket bingung kalo ada bocoran caranya gimana? .__.
Gimana sma? 20 paket broh.. kertas 20 lembar gitu dibawa ke
ruang ujian? Broadcast 20 paket gitu ke tiap murid? Belum lagi cocokin yang
mana soalnya, pengawasnya ka nada dua, kalo ketauan gimana?
Yah, buat apa 3 tahun belajar ujung ujungnya nyontek juga…
gue sudah putuskan melanjutkan budaya jujur gue hinggal identitas gue sebagai
pelajar tanggal. Otomatis gue harus mereborn cara pelajar gue, penguasaan
materi dalam waktu kurang dari 100 hari!
Incredible.. maybe yes maybe no.
Titik balik gue ada di H-84 dimana gue coba membuat strategi
ditengah pressure takut gagal, buntu, dan masalah yang dibawa sama setan setan
terkutuk. Gue rancang acuan belajar, pemetaan materi, supaya gue gak salah
langkah lagi.
Kesalahan gue dulu dulu hanyalah hari ini mau belajar apa?
Ambil contoh, fisika. Besok matematika dst.. tapi gue gak tau bab apa yang mau
gue pelajari. Hal ini gak boleh terulang. Buang itu jauh jauh. Buat cara baru
yang lebih efektif.
Seperti kita semua ketahui, soal UN itu ada 40
(mtk,fisika,bio,kimia) dan 50(indo,inggris). Dengan waktu sekitar 80 hari gue
harus habiskan 260 macam soal .. awalnya terlihat kecil, tapi setelah dibuka,
makin besar si empunya masalah.
Jadi gue komitmen untuk menghancurkan 5 tipe (re:skl) soal setiap hari di salah satu
mata pelajaran hingga benar benar saya memahaminya.
Ambil contoh
Senin: Mtk (1-5) H-83
Selasa: fisika (1-5) H-82
Rabu: kimia (1-5)
H-81
Kamis: biologi (1-5) H-80
Jum’at: inggris (1-5) H-79
Sabtu: indonesia (1-5) H-78
Minggu: -
Senin: Mtk (6-10) H-76
Selasa: fisika (6-10) H-75
Rabu: kimia (6-10)
H-74
Kamis: biologi (6-10) H-73
Jum’at: inggris (6-10) H-72
Sabtu: indonesia (6-10) H-71
Dan seterusya sampai semua tipe habis.. dan langkah ini akan
habis kira kira sampai H-24 UN setelah itu tinggal diulang ulang agar familiar.
Hidup kejujuran! Selalu ada jalan untuk mencapai kemenangan
jika kita berharap pada Allah..
“kesuksesan hanya datang pada mereka yang rela berkeringat,
berlari hingga lumpuh, melompat hingga terjatuh, dan tak pernah lelah
menadahkan tangan untuk berdoa”
"Hanya yang bersedia melakukan hal luar biasa yang akan mendapatkan hasil luar biasa"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar