Kamis, 30 Januari 2014

Ujian Nasional

Hampir habis masanya gue jadi anak SMA..  tinggal menghitung hari identitas sebagai “anak sekolahan” ini melekat. And as you know, at third graduate, you will face the examination. Of course, I don’t care what is the exam, ‘ujian sekolah’, ’ujian praktek’, ‘ujian madrasah’, ‘ujian NASIONAL’ and both of them.
Sebagai pelajar gue merasa gue merasa memiliki hubungan yang baik baik saja dengan pelajaran. Gak pernah berurusan dengan ketinggalan materi, gak paham, dan sebagainya, remedpun… hanya sesekali. Dan rentetan ujian yang akan menyapa gue seakan biasa saja.. seakan udah siap *sombong* secara selama ini gue bias melewati ujian demi ujian.

Menginjak kelas tiga, gue focus untuk hal yang lebih tinggi, SBMPTN atau ujian masuk PTN. Level yang jauh diatas ujian nasional. Sudah mulai bermimpi akan jadi apa esok hari.. langkah apa saja yang harus saya ambil.

Tapi … diluar dugaan. Hal bodoh (fatal) yang saya hadapi adalah strategi yang premature! Tahap kedua (second step) gue siapin, tahap pertama bahkan gue lupa. Kebanyakan berpikir “ah kalo sbm aja bias pasti un bisa” konsep abu-abu. Ada benernya juga J

H-100 gue mulai tersadar untuk menyapa ujian nasional. Paket-paket ujian gue lihat, nomor nomor awal terlihat sepele, tapi jawaban gak kunjung gue temukan. Kacau! Kenapa yang begini aja gak bisa? Kemana aja tiga tahun? Hari hari berikutnya pun gue lalui dengan mencoba menaklukan soal tahap bawah seperti yang dulu gue sering anggap.

Stress, depresi, sudah keluar biaya untuk langkah kedua dan seterusnya. Tapi malah terhambat dilangkah pertama. Berhari hari gue kehilangan semangat sebagai pelajar. Gue akui sekolah gue memang ‘cuek’ terhadap nasib muridnya. Sejak sekolah gratis yang menjadi alasan tindakan mereka yang mengecewakan ini.

Gue sempet terpikir, bocoran (nyontek)! Bukankah itu hal yang lumrah terjadi di setiap ujian nasional?.-. tapi gimana caranya? Dari sd sampe smp gak pernah kenal yang namanya bocoran-___- ujian sd yang satu paket aja gak bisa nyontek, smp 4 paket bingung kalo ada bocoran caranya gimana? .__.
Gimana sma? 20 paket broh.. kertas 20 lembar gitu dibawa ke ruang ujian? Broadcast 20 paket gitu ke tiap murid? Belum lagi cocokin yang mana soalnya, pengawasnya ka nada dua, kalo ketauan gimana?
Yah, buat apa 3 tahun belajar ujung ujungnya nyontek juga… gue sudah putuskan melanjutkan budaya jujur gue hinggal identitas gue sebagai pelajar tanggal. Otomatis gue harus mereborn cara pelajar gue, penguasaan materi dalam waktu kurang dari 100 hari!

Incredible.. maybe yes maybe no.

Titik balik gue ada di H-84 dimana gue coba membuat strategi ditengah pressure takut gagal, buntu, dan masalah yang dibawa sama setan setan terkutuk. Gue rancang acuan belajar, pemetaan materi, supaya gue gak salah langkah lagi.

Kesalahan gue dulu dulu hanyalah hari ini mau belajar apa? Ambil contoh, fisika. Besok matematika dst.. tapi gue gak tau bab apa yang mau gue pelajari. Hal ini gak boleh terulang. Buang itu jauh jauh. Buat cara baru yang lebih efektif.

Seperti kita semua ketahui, soal UN itu ada 40 (mtk,fisika,bio,kimia) dan 50(indo,inggris). Dengan waktu sekitar 80 hari gue harus habiskan 260 macam soal .. awalnya terlihat kecil, tapi setelah dibuka, makin besar si empunya masalah.

Jadi gue komitmen untuk menghancurkan  5 tipe (re:skl) soal setiap hari di salah satu mata pelajaran hingga benar benar saya memahaminya.
Ambil contoh


Senin: Mtk (1-5) H-83
Selasa: fisika (1-5) H-82
Rabu:  kimia (1-5) H-81
Kamis: biologi (1-5) H-80
Jum’at: inggris (1-5) H-79
Sabtu: indonesia (1-5) H-78
Minggu: -

Senin: Mtk (6-10) H-76
Selasa: fisika (6-10) H-75
Rabu:  kimia (6-10) H-74
Kamis: biologi (6-10) H-73
Jum’at: inggris (6-10) H-72
Sabtu: indonesia (6-10) H-71
Minggu: -

Dan seterusya sampai semua tipe habis.. dan langkah ini akan habis kira kira sampai H-24 UN setelah itu tinggal diulang ulang agar familiar.
Hidup kejujuran! Selalu ada jalan untuk mencapai kemenangan jika kita berharap pada Allah..

“kesuksesan hanya datang pada mereka yang rela berkeringat, berlari hingga lumpuh, melompat hingga terjatuh, dan tak pernah lelah menadahkan tangan untuk berdoa”

"Hanya yang bersedia melakukan hal luar biasa yang akan mendapatkan hasil luar biasa"


Salam Semangat! 

Tidak ada komentar: