Jumat, 07 Juni 2013

Keutamaan Silaturrahim

Ada kejadian menarik yang membuka hati saya ketika musibah menerpa keluarga saya. Seharusnya pukul 11.30 malam keluarga saya ( abi, umi, safira, dan zaidan ) seharusnya sudah mendarat di soekarno hatta. Tetapi hingga pukul 03.00 dini hari. Mereka belum juga sampai dirumah..

Ternyata musibah menimpa mereka. Perjalanan dari prabumulih – Palembang yang biasanya hanya butuh dua jam perjalanan terpaksa ditempuh selama lima jam karena macet parah.
Take off pesawat pukul 10.30 malam pun sudah pasti terlewat. Hanguslah empat tiket pesawat seharga Rp.2.500.000 akibat insiden tersebut. Terpaksa mereka menginap di hotel sekitar bandara untuk penerbangan esok paginya.

Jika dihitung secara matematis pastilah mereka rugi besar. Dan lebih rugi lagi apabila tetap melanjutkan perjalanan. Karena otomatis harus membeli tiket perjalanan lagi, menyewa hotel, biaya makan dan sebagainya. Sudah tentu memerlukan biaya yang besar.

Lalu? Mengapa harus memaksakan demikian? Pentingkah tujuan mereka? Bukankah hanya sekedar untuk menengok saya dan kakak saya? Sepele mungkin.. terlalu besar kerugian yang di derita jika dihitung oleh kaca mata matematis.

Lalu untuk apa?.....

Silaturahim ..

Jawaban singkat yang memutus segala pertanyaan pertanyaan yang membentang dibelakangnya.

Silaturahim adalah kewajiban semua muslim.. sejauh apapun jarak terbentang, sesulit apapun aral yang melintang, memisahkan kedua saudara seiman. Silaturrahim harus tetap dijalin.  
(Silaturrahim artinya adalah menyambung tali persaudaraan kepada kerabat yang memiliki hubungan nasab)

Mengertilah kita, mengapa pada hari raya ribuan saudara seiman kita bersusah payah melakukan “mudik” ke kampung halaman yang jauh disana. Melambungnya harga tiket angkutan masal, macetnya jalanan selama waktu mudik, kondisi panas terik matahari, dinginnya malam dan hujan. Bukanlah halangan bagi mereka yang bersedia menyambung tali silaturrahim..

“barang siapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung silaturahim” (HR bukhari).”

Sungguh indah persahabatan umat muslim itu apa bila tali silaturrahim tetap terjaga.
Semestinya tidak ada lagi kasus-kasus tetangga kelaparan disebelah rumah kita, pemuda yang menganggur begitu lama, seorang manula yang meninggal sendiri dirumahnya tanpa ada yang mengetahui. Dan banyak lagi kejadian mengharukan akibat tali silaturahmi yang terjaga.
Kita lihat Negara Negara di dunia bisa hidup damai berdampingan oleh karena terjalinnya satu kata yaitu “silaturrahim” dari tiap tiap petinggi negaranya..

“barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahim” (HR. bukhari)

Banyak sekali bentuk silaturahim yang bias kita jalin dengan sesama muslim..
Diantaranya:
  • Berziarah
  • Tersenyum
  • Memberi hadiah
  • Memberi nafkah


Jangan putuskan tali silaturahim apabila kita tidak ingin mendapatkan murkaNya.

Tidak akan masuk surga seseorang yang memutuskan silaturrahim. Nabi shallallahu ‘alaihu wa sallam bersabda “tidaklah masuk surga orang yang memutus tali silaturahim” (HR bukhari)
Siksaan dunia dan akhirat kelak sudah pasti kita terima. Sebagai mana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “tidak ada dosa yang lebih cepat siksaannya di dunia bagi pelakunya, juga diperlambat siksaannya di akhirat kelak dari pada orang zhalim dan memutus hubungan silaturahim.

So.. Gimana? Masihkah kita acuh pada sanak saudara kita? Menelantarkan mereka, membiarkan mereka terpisah dari kita tanpa kita ketahui kabarnya? .. sekalipun tidak jika kita belum siap merasakan neraka.

Jadi, mulailah dari sekarang menjalin silaturrahim. Datangilah orang tuamu, peluk mereka, cium keningnya, genggam tangannya. Entah sampai kapan kalian masih bias melakukan itu.
Kadang kita lupa. Terlalu sibuk untuk tumbuh menjadi dewasa, sehingga tak sadar orang tua kita dirumah pun semakin menua. Apabila sudah tiba waktunya? Hanya sesal seumur hidup yang bias dirasa oleh kita. Karena apa? Selama hidup ini tak pernah ingat akan silaturrahim..

Jadilah muslim seutuhnya,

Hiduplah dengan kebanggaan atas seorang khalifah dimuka bumi.

Salam hangat silaturrahim :)


Ahmad Izzudin

Rabu, 05 Juni 2013

kewajiban menuntut ilmu

hai :)
udah lama ga posting-_- padahal baru 4 kali posting. tapi udah seret ide aja .__.
hari ini libur, sebenernya udah ada jadwal buat futsal, latihan senam buat kelas, sama jemput bonyok ke bandara. tapi berhubung males-__- mendingan refreshing pikiran dulu.

jadi seorang Pelajar ituu.....

seru ya :D

jadwal padet.masuk jam 6.30 pulang jam 4.00 pulang sekolah langsung bimbel. sampe rumah isya, bahkan kadang jam 9.00 setiap hari ada pr :O
kalo diurain kaya begini emang keliatanannya mumet banget ya?.-. bikin stress dan sebagainya.
this is the reason why............. many teenager are lazy to school.

tapii..walau bagaimanapun, sebagai pelajar. kewajiban kita adalah belajar.
seseorang baru dapat dikatakan pelajar apabila sebagian besar waktunya dihabiskan untuk belajar.

pendidikan adalah hal yang mutlak dibutuhkan. belajar adalah kewajiban setiap muslim maupun muslimah.
banyak ayat dan hadits yang menyatakan tentang kewajiban kita untuk menuntut ilmu
seperti:

اُطْلُبُوْاالْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ اِلَى اللَّحْدِ
Artinya: “Tuntutlah ilmu mulai dari buaian sampai liang lahat.”


 طَلَبُ اْلعِلْمَ فَرِيْضِةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ

Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslimin dan muslimat



يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmupengetahuan beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11)




قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اُطْلُبُوْاالْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنَ فَاِنَّ طَلَبَ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ اِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَضَعُ اَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًابِمَا يَطْلُبُ


Artinya: “Tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka kepada para penuntut ilmu karena senang (rela) dengan yang ia tuntut. (H.R. Ibnu Abdil Bar).

مَنْ اَرَادَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَالاَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالَعِلْمِ

Artinya: “Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia maka dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat maka dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki keduanya (kehidupan dunia dan akhirat) maka dengan ilmu.”


مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا اِلَى الْجَنَّةِ ـ رواه مسلم

Artinya: “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).


hadits dan ayat berikut hanyalah beberapa contoh seruan untuk menuntut ilmu. oleh karena itu, masih pantaskah kita menutup telinga, mengunci mulut, memejamkan mata, mendustakan hati pada seruan seruan Allah dan rasulnya?

ada suatu pepatah mengatakan, apabila kita siap bermalasan untuk menuntut ilmu, maka kita telah seiap untuk kebodohan dan kesusahan seumur hidup kita.

hidup adalah persaingan, sudah fitrah manusia sejak ia lahir sampai mati untuk bersaing dengan satu sama lain. 

"ingatlah. saat kita bermalas malasan, ribuan pesaing kita sedang giat giatnya belajar"

semoga bisa menjadi refleksi :)
salam..