Senin, 06 April 2015

It’s been a long time

It’s been a long time bro.. masih mau begini aja? Gak mau usaha buat nyari pengganti yang baru?
       Sebelum aku menjawab pertanyaan ini, aku ingin balik bertanya kepada kalian.
Seberapa pentingkah hal itu?
Apakah salah jika keadaan tetap seperti ini?

Aku tidak ingin memberikan banyak alasan ataupun penyangkalan terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut. Karena akupun  merasa memang tidak memiliki sebuah jawaban yang pasti. namun, hal itu membuatku berpikir, keadaan apa yang menyebabkanku menjadi demikian?

Apabila diingat-ingat lebih jauh mengenai hari-hariku..

Padatnya jadwal kuliah yang menyita waktu
agenda rapat organisasi yang anehnya ada saja setiap hari
kajian strategis mengenai isu-isu dan permasalahan yang bahkan belum aku mengerti
pendalaman materi
kegiatan kegiatan lain yang silih berganti menghiasi jadwal mingguanku
bahkan rasanya aku sudah tidak mengenal apa itu hari libur lagi

Dari itu semua aku memahami satu hal, bahwa ketika aku merasa tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan aktifitasku, saat itulah aku merasa benar benar hidup. Tidak ada waktu yang terbuang percuma dengan hal hal kosong yang tidak berguna. Tenaga dari seorang pemuda yang menguap begitu saja tanpa hal yang berarti. Dan sejujurnya, tidak sempat lagi terbersit pikiran tentang itu atau hal bodoh lain dan sebagainya.

Disinilah zona nyamanku berada, zona yang nyaman dalam berbagai macam tekanan. Zona yang senantiasa menuntutku untuk melakukan sesuatu yang lebih dari apa yang biasa aku lakukan. Zona dimana proses pendewasaan diri terus menerus dilakukan ke arah yang lebih baik. Zona dimana terus muncul berbagai macam masalah yang membuatku semakin merasa hidup. Zona nyaman yang memaksaku untuk keluar dari sana, menciptakan kenyamanan yang baru di dalam ketidak nyamanan.

That's why I never thought about a relationship. Mataku baru terbuka, mengapa selama ini aku begitu sempit memandang suatu hal. Dunia bahkan tidak kiamat ketika orang yang kalian cinta pergi meninggalkan kalian. Matahari ternyata masih bersinar dengan gagahnya, senja masih tetap indah menyuguhkan pemandangan cantiknya. Malampun demikian, tetap teduh menaungi anak anak manusia yang terlelap dalam tidurnya. Tidak ada satupun sunnatullah yang berubah.

Hanya saja kita yang tidak terbiasa dengan kepergiannya. Bahkan saat dipikir-pikir, kepergian itu merupakan hal yang terbaik yang pernah terjadi. Aku jadi memahami bahwa selama ini aku menjalani hubungan dengan orang yang salah. dengan omong kosongnya yang selalu dia bawa. Bahwa pengorbanan dan apapun yang telah aku berikan tidak dihargai olehnya. Dan tentunya, ada orang lain nantinya yang lebih pantas untuk mendapatkan hal itu. Kesalahan dimasa lalu seharusnya menjadi pelajaran yang teramat berharga. Betapa pengorbanan serta tanggung jawab yang tidak pernah dihargai adalah salah satu bukti, bahwa janjiku telah lunas.

  Jadi apa jawabanku? Aku tidak memiliki waktu untuk hal itu.

Bukan, bukannya aku menganggap hal itu tidaklah penting. Hanya saja saat ini bukanlah waktu yang tepat.

Cobalah untuk berpikir apa yang sudah kita miliki sekarang ini? Untuk kehidupan sehari-haripun masih menadahkan tangan pada orang tua, merasa malu lah bagi mereka yang mebiayai hidup orang lain padahal dirinya sendiri masih meminta minta.

Belajar adala tujuan utama pada jenjang kehidupan saat ini, berapa banyak ilmu serta prestasi yang sudah kita ukir.. adalah pertanyaan yang mengiringinya. Maksimalkan waktu yang ada saat ini untuk terus menerus menuntut ilmu juga menggali potensi diri. Dan bagiku, semua ini sudah cukup menyita waktu dan tenaga. Untuk apa ditambah dengan hal-hal yang berbau omong kosong serta keabu-abuan.

Apa yang sudah kita lakukan pada umur yang kesekian ini. Lihatlah orang lain diluaran sana. Hidupnya sudah sejahtera dengan bisnisnya yang semakin berkembang pesat, ada pula yang sedang meniti kerajaan bisnisnya dengan susah payah. Jangan lupakan mereka yang sedang sibuk sibuknya mempersiapkan diri untuk perlombaan. atau ada pula yang mungkin saat ini sedang plesiran ke luar negeri dan berdiri di podium podium kehormatan sebagai delegasi Indonesia untuk forum internasional. Mereka mengharumkan nama bangsa ini berikut pribadinya.

Sementara kita, apa yang sudah kita lakukan?


Berangkat dari hal hal demikianlah aku tersadar, bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat. Masih ada jutaan aktifitas yang harus dilakukan untuk mengembangkan diri ini menjadi seorang yang lebih besar lagi, bijaksana lagi. Biarlah aku menjalani apa yang sedang aku jalani. Fokus untuk menata hidup yang lebih baik lagi. Karena ada berjuta hal yang lebih penting untuk kulakukan sekarang ini ketimbang sekedar memikirkan omong kosong tersebut.